Showing posts with label Pendakian. Show all posts
Showing posts with label Pendakian. Show all posts

Wednesday, December 2, 2015

Apa Itu Hipotermia?


Apa itu yang dimaksut dengan Hipotermia? Hipotermia merupakan kondisi suhu tubuh inti manusia yang jatuh ke bawah suhu tubuh normalnya. Suhu tubuh yang menurun drastis mengakibatkan kolapsnya fisik dan kapasitas mental juga menurun. Hipotermia dapat dengan mudah terjadi bila tubuh kalian terkena suhu yang dingin atau terlalu lama dalam keadaan basah dengan rentan waktu yang cukup lama sehingga membuat suhu tubuh anda tersebut menurun drastis akibat kedinginan.

Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu Kalian perhatikan :

- Usahakan untuk tidak menggunakan pakaian yang berbahan katun. Bahan katun ini jika terkena keringat akan basah dan cukup
lama mengering. Sebaiknya kalian memakai bahan-bahan sintetis (polyester / spandex / nylon) yang mudah menyerap keringat atau yang berjenis quick dry.

- Siapkan pula jaket windproof atau jaket yang berbahan tebal (polar / down jacket / softshell) sebagai extra proteksi bagi tubuh menghadapi dinginnya suhu serta angin gunung. Jangan lupa menyiapkan rain coat sebagai perlindungan untuk mengantisipasi hujan yang sewaktu-waktu bisa turun.

Perlu kalian ingat, meski musim kemarau sekalipun, siapapun dapat mengalami hipotermia. Maka dari itu, dalam kondisi dan situasi apapun, selalu utamakan keselamatan ya, karena seorang pendaki gunung yang baik adalah seseorang yang memahami akan "safety procedure" saat berkegiatan di alam terbuka/bebas.

Wednesday, October 28, 2015

Mountaineering


Mountaineering memiliki arti yang luas dalam suatu perjalanan, mulai dari hill walking sampai dengan ekspedisi pendakian ke puncak-puncak yang tinggi dan sulit dengan memakan waktu yang lama, bahkan sampai berbulan-bulan.

Menurut kegiatan & jenis medan yang dihadapi, mountaineering terbagi menjadi tiga bagian :

1. Hill Walking / Fell Walking
Perjalanan mendaki bukit-bukit yang relatif landai dan yang tidak atau belum membutuhkan peralatan-peralatan khusus yang bersifat teknis.


2. Scrambling
Pendakian pada tebing-tebing batu yang tidak begitu terjal atau relatif landai, kadang-kadang menggunakan tangan untuk keseimbangan. Bagi pemula biasanya dipasang tali untuk pengaman jalur di lintasan.


3. Climbing
Kegiatan pendakian yang membutuhkan penguasaan teknik khusus. Peralatan teknis diperlukan sebagai pengaman. Climbing umumnya tidak memakan waktu lebih dari satu hari.

Bentuk kegiatan climbing ini terbagi menjadi dua bagian, yaitu :

a. Rock Climbing
Pendakian pada tebing-tebing batu yang membutuhkan teknik pemanjatan dengan menggunakan peralatan khusus.
 

b. Snow & Ice climbing
Pendakian pada es dan salju.

Jadi kegiatan mountaineering merupakan gabungan dari semua bentuk pendakian di atas yang bisa menghabiskan waktu berhari-hari, berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan. Disamping harus menguasai teknik pendakian dan pengetahuan tentang peralatan pendakian juga diharuskan menguasai manajemen perjalanan, pengaturan makanan (logistik), komunikasi dan strategi pendakian.

Sunday, August 30, 2015

Gunung Kendang (2.617 Mdpl)


Gunung Kendang merupakan gunung tertinggi se-Bandung Raya, gunung ini terletak di Pangalengan, Kabupaten Bandung - Jawa Barat. Pendakian ini dimulai dari sebuah Grup BBM (Siluman Bala-Bala, eh salah Laba-Laba). setelah ngalor-ngidul chat ga jelas sesama anggota, akhirnya pendakian ini jatuh pada tanggal 16 Agustus 2015. Hari H pun tiba, satu per satu para siluman kumpul di sebuah rumah sang sesepuh Siluman Laba-Laba (Paling tua umurnya). Target pertama kita kali ini adalah Pasar Induk Tanah Tinggi, Karna dari sinilah perjalanan sesunguhnya dimulai. 

Setelah seluruh siluman bersatu di Tanah Tinggi, mulailah sebagian dari kami mencari sebuah truk yang mau mengantarkan kami ke Pengalengan, Banjaran or Bandung. Oya sebagai pemberitahuan, Pasar Induk Tanah tinggi selain sebagai tempat berbelanja bisa juga di bilang sebagai alat transportasi sebagian besar pendaki Tangerang. Karna di pasar ini banyak truk sayur dengan tujuan ke Bogor, Cianjur, Bandung, Garut, Solo hingga ke Malang. Maka jangan heran kalau antara hari Jumat atau Sabtu banyak orang yang berlalu-lalang membawa Carrier di pasar ini (Pembelaan kaum). kalau boleh jujur, dari dari pasar inilah saya bisa menginjakan kaki di Puncak Gede-Pangrango (Jalur Cibodas & Putri), Papandayan, Salak (Jalur Cidahu), Guntur, Cikuray & Kendang. Bukan cuma disitu saja, bahkan saya pernah bertemu pendaki lain yang mau ke Lawu (Sampai Solo) dengan menumpang truk dari pasar ini. 


Udahan ya sensusnya, kita kembali ke laptoppp...setelah beberapa lama mencari, akhirnya kami mendapatkan seong'ok truk (tujuan garut) yang akan mengantarkan kami hingga ke pintu tol Cileunyi (Sipirili...). Kamipun berjalan menghampirin parkiran truk tersebut, tapi tak dinyana tak dikira truk yang akan kami tumpangi ini sudah penuh oleh pendaki lainya...cakwe dehhh :(. Dengan berat hati kami menaiki truk tersebut, karna padatnya truk yang kami tumpangi tersebut, tidak banyak yang bisa kami lakukan di dalam truk selain tidur, nge-gaur, tidur, nge-gaur, tidur & nge-gaur...hihihi 

Sekitar jam 5:30 truk sampai di Cileunyi, kamipun turun dari truk tersebut dan tidak lupa sang supir truk menghampiri kami sambil cengar-cengir minta uang rokok. 50 ribu (untuk 9 orang) kamipun melayang di bawa sang supir yang cengar-cengir tersebut. Tanpa lambaian tangan, sang supir bersama truknya dengan teganya meninggalkan kami bersembilan di pintu Tol ini. Beberapa dari kami menyempatkan untuk berpipis-pipis ria (efek Cap Orang Utan, eh salah Orang Tua madsutnya), beberapa supir angkot beserta angkot-angkotnya menghampiri kami sambil bertanya-tanya arah tujuan kami. Perdebatanpun berjalan seru, antara supir angkot dan kami, deal pun terjadi dengan mahar seperangkat alat sholat di bayar tunai (250 Ribu), sah? sah...! 


Sekitar pukul 06:00 16 Agustus, Angkot pun mulai melangkahkan rodanya menuju pintu pendakian Gunung Kendang, Neglasari - Penggalengang. Sekitar pukul 10:00 pagi, kami memita kepada sang pilot angkot tersebut untuk berhenti sejenak untuk berbelanja perbekalan pendakian kami nanti di sebuah Indo*aret dan sarapan pagi (Sarapan pagi kok di rumah makan padang?). disini kami juga menyempatkan bertanya-tanya kepada warga sekitar, tapi hasilnya nol besar, karna dari beberapa warga yang kami tanyakan, rata-rata tidak tau yang namanya Gunung Kendang dan Desa Neglasari. Dengan semangat Patriotik ala-ala Prajurit yang gagah perkasa ingin berperang mengusir penjajah, Akhirnya kami, pilot angkot beserta angkot-angkotnya melangkahkan rodanya kembali. Tak dinyana tak dikira angkot yang kami tunggangi telah melewati jalur, karna bubur sudah jadi nasi, maka sang pilot tersebut memutarkan kembali angkotnya menuju jalur semestinya, sekedar pemberitahuan, info yang kami dapat tentang desa terkahir bernama neglasari itu salah, yang benar kertasari (Efek cap orang utan guys)...hihihi

Bla..bla..bla..bla..bla, akhirnya angkotpun sampai di desa terakhir. Senang bingits rasanya bisa sampai di TKP dengan selamat (Bo'ong, padahal biasa aja). Disini kami menyempatkan untuk isi perut kembali sebelum memulai pendakian, setelah dirasa semua selesai, akhirnya pendakian di mulai dengan melewati Labirin kebun teh. Di perkebunan teh ini kami sempat binggung untuk mengambil jalan, antara Snip or Snap, disinipun kami sempat menunggu warga sekitar buat bertanya jalur mana yang menuju surga, selang beberapa lama, wargapun lewat, dan mengatakan ambil jalur ke kiri. perjalanan dimulai kembali, langkah demi langkah, tahap demi tahap pun kami lalui, dan akhirnya apa yang terjadi permisa??? kami salah jalur!!! berhubung tekad ini sudah bulat tentang bagaimana cara kami merayakan kemerdekaan negeri ini, kamipun memotong lereng perbukitan dengan menuruni bukit menuju bukit sebelahnya dengan asumsi bukit di sebelah jalur yang sebenarnya. 


Oya, di perbatasan antara perkebunan warga dan hutan, kalian akan banyak menemui kolam-kolam penampung air dan anjing-anjing penjaga kebun yang bebas berkeliaran, maka jangan heran kalau pendakian di gunung ini ada yang gonggong. kembali ke lappptoppp, jalur pendakian sedikit landai di awal-awal (cocok buat pemula), jalur pun bisa dibilang agak tertutup semak belukar. satu lagi, buat yang pengen ke gunung kendang, usahakan mengunakan kemeja flanel/kaos tangan panjang beserta Celana panjangnya, karna semak-semak di gunung kendang ini sedikit tajam. Nah, buat kalian yang suka mendaki gunung menggunakan bikini, jangan harap bisa pulang dari gunung ini tanpa luka goresan di tangan maupun di kaki. #Catet

Malampun telah tiba, setelah sekian lama berjalan dari sore hingga malam, akhirnya kami sampai di pertigaan antara Puncak & Savana (01:00 malam). Tanpa melalui voting & perdebatan panjang, semuanya sepakat untuk mendirikan tenda, tanpa berlama-lama, Cring...tenda pun berdiri, tanpa melalui voting lagi & perdebatan yang panjang lagi, Cring...Seluruh mahluk hidupun akhirnya masuk ke dalam tenda. Hebat bukan??? hihihi...


Pagipun menjelang, sebagian dari kami sudah ada yang ke puncak, dan sebagianya lagi masih birbincang-bincang cantik ala syahrini sembari menunggu yang ke puncak kembali ke tenda, tidak lupa, apapun Obrolanya, minumanya tetap air si botol gepeng. Tak berselang lama, sebagian dari kami yang ke puncak pun akhirnya kembali, dan sesi masak-masak pun dimulai. Makanan ga jelas pun habis di sikat (Ribak Sude, kata orang prancis). Setelah sesi makan selesai, akhirnya sebagian dari kami yang belum ke puncak, mucak juga. Ternyata, jarak dari tenda ke puncak tidaklah jauh, hanya sekitar 5 menit pendakian. Tanpa aba-aba, semua personil menyiapkan pose terbaiknya di antara plang trigulasi Gunung Kendang. Sesi menjadi foto modelpun selesai, bendera si bayi ajaib pun telah berkibar dengan gagahnya, dan selanjutnya kembali ke tenda, packing, turun ke bawah dan sampai di kota kami tercinta...los enjles, aim kaming (Tangerang only).

Panjang kan deskripsinya? emang enak, siapa suruh di baca semua!




*Transportasi ke Gunung Kendang : 

- Jakarta - Bandung (Terminal Leuwi panjang).
- Leuwi panjang - Terminal Banjaran.
- Terminal Banjaran - Terminal Pengalengan.
- Terminal Pengalengan - Kertasari (Nyarter).

 

Saturday, July 4, 2015

Gunung Burangrang (2.064 Mdpl)



Gunung Burangrang merupakan salah satu susunan meningginya permukaan tanah dari jutaan tahun lalu, Burangrang dikatakan pegunungan karena bukanlah gunung api. karena gunung api kecenderungan muncul secara tunggal rangkaian lainnya. tapi biar mudah nulisnya ya saya gunakan istilah gunung yak untuk pegunungan burangrang oke. hehe.

Gunung Burangrang adalah salah satu gunung yang terletak di daerah Jawa Barat, dengan ketinggian puncak 2064 Mdpl. Gunung ini dapat dikatakan sebagai pasak pemisah dua kabupaten di Jawa barat yaitu sebelah Selatan Kab. Bandung Barat dan sebelah Utara Kabupaten Purwakarta.
Nah pendakian ini didasari dengan tujuan refreshing saja, ga ada tujuan khusus lainya loh, jadi tidak mempergunakan prisip persiapan yang bener, hehe.  yang pada akhirnya pendakian ini diikuti oleh 6 orang.

selanjutnya kami melakukan perjalanan singkat sekitar 30 mnit ke daerah pemukiman warga. dan kami pun disarankan untuk menyimpan /mengambil persedian air seperlunya dan secukupnya. karena Gunung Burangrang adalah Pegunungan yang tidak memiliki sumber air. sehingga bagi yang ingin mendaki harus mempersiapkan persediaan air yang cukup, sedikit gambaran aja ni ya, saya sendiri membawa 3000 Ml air mineral aja masih kurang loh dengan komposisi kemasan 1500Ml x 2.


setelah melalui pemukiman kami memasuki kawasan kuburan warga dan perkebunan dan keluar langsung di punggungan gunung burangrang dan disepanjang jalan hingga puncak kami hanya melalui jalan setapak yang memiliki lebar 1-3 meter karena selebih itu kanan kiri kami adalah jurang/tebing denga kedalaman 15-50 meter. selama perjalanan, jalur yang kami lalui cukup terjal dan kecil jadi dibutuhkan konsentrasi yang tinggi terutama saat melakukan perjalanan malam. jalan pun menjadi licin akibat pasir yang ada. selama perjalanan di kawasan burangrang saat pendakian malam, perlu diperhatikan adalah jam malam, karena semakin menjelang pukul 03.00 suhu semakin drastis turun.

Akhirnya kami tiba di puncak burangrang  dan penulispun merasa cukup kedinginan yang berpengaruh kepada tenaga dan stamina tubuh karena dinginnya udara dan pakaian yang basah dengan keringat menjadikan dingin yang cukup dapat terkena gejala Hyphotermia awal. dan setelah tiba di puncak Burangrang , kita kan menjumpai Tugu ketinggian dan tugu perbatasan 2 kabupaten dan luas puncak hanya sekitar 4-5 meter persegi dan dikelilingi dengan jurang yang  dalam.
Nah ada beberapa CATATAN penting bagi calon pendaki Gunung Burangrang, adalah:

  1. waktu pendakian, kalo malam kalian akan dihadapkan dengan suhu yang dingin menusuk kulit dan penglihatan/sumber cahaya yang kurang, jadi harus konsentrasi dan pergunakan semua pancaindera sebagai keseimbangan tubuh saat perjalanan. kalo siang kalian akan menghadapi keadaan yang sangat panas ketika mencapai puncak sekitar pukul 12.00-14.00 tanpa tempat berteduh seperti pohon.
  2. pada saat musim kemarau, jalur akan cenderung licin berpasir dan saat musim penghujan licin basah, jadi pergunakanlah sepatu yang nyaman dikaki dengan pola sol yang dapat menancap dijalur seperti itu.
  3.  jalur yang ditempuh cenderung 1-2 meter saja dengan kanan kiri jurang, jadi buatlah 1 barisan dan tetap kontrol seluruh anggota pendakian, jangan ragu untuk mengatakan masalah seperti kelelahan dan ingin istirahat, dan lecet. karena akan berdampak fatal bila dibiarkan. sehingga peranan pemimpin kelompok dan sweeper tengah dan belakang sangatlah penting.
  4.  diperlukan persedian air yang cukup tapi tidak berlebihan, karena air sangat penting untuk menjaga stamina dan tenaga kita. ingat 2,5Ltr saja buat saya tidak cukup.
  5.  tetaplah berpikir positif dan semangat serta kekompakan tim.
Nah kita lanjut ya… kami mendirikan tenda di seberang Puncak Gunung Burangrang. Api unggun dan air hangat sangatlah penting di setiap pendakian, karena tubuh kita memerlukan kehangatan, oke:- )





Gunung Papandayan (1.329 Mdpl)


Pada kesempatan kali keberapa ini, kami berkesempatan menyambangi salah satu gunung yang terletak di garut. Tiba di terminal Garut ini kondisi fisik yang sangat ngantuk, kami harus mengeluarkan  keril kami yang sangat berat (tapi gak seberat beban hidup) untuk kemudian memindahkan nya ke angkot yang akan kami tumpaki hingga cisurupan.



Cisurupan adalah awal sebuah titik singgah ketiga kami dimana kami akan ber-istirahat, dilanjutkan mengisi perut. Kegiatan berikutnya di pagi yang dari tempat kita sangat jelas terlihat gunung cikuray yang bentuknya kerucut (lupa rumus volume kerucut apaan) kita harus mengisi logistik pendakian yang ternyata di pagi buta itu sudah nampak alfamart yang membuka diri nya pada pukul 6 pagi. setelah melengkapi logistik, kami bergegas menumpaki kendaraan berikutnya yakni se onggok pick up terbuka kapasitas 15 orang. Perjalanan pagi yang penuh dingin dan cahaya matahari perlahan menyongsong kegelapan yang sebelumnya ada di depan kami, sekarang berganti terang. Seiring itu, semangat pun semakin meningkat. Papandayan, kami padamu.



Camp david dimana tempat yang dulu itu masih keren banget karena ada warung warung yang tertata rapih membentuk segi empat sebelum jalur pendakian papandayan dimulai. Nyatanya sekarang tempat itu berubah, warung warung tersebut terkena dampak konflik yang harus merelakan dirinya terbakar api dan yang tersisa hanya tulang belulang berwarna hitam dari warung tersebut. well, apapun yang terjadi dengan camp david, kami memulai pendakian dari sini.


lepas beberapa saat dari camp david kami harus merasakan tajamnya bebatuan yang menjadi trek pertama kami, kemudian dilanjutkan dengan keindahan panorama bekas jalanan lava papandayan, dan nampak masih ada semburan semburan gas kecil di sini. Setelah berjalan beberapa lama, kita akan sampai di Pondok Salada. Tempat yang mungkin banyak cinta bersemi di dalamnya. Iya, karena camp itu rame pake banget, gak nahan. Disini kamu bisa nyari spot spot buat menancapkan tenda kamu, sebisa mungkin dekat dengan sumber air (biar kamu bisa bilang sumber air sudekat). dimari, kamu gak usah khawatir gak nemu kafece atau donkin, dimari ada warung maz, mba, ada pedagang cilok pula, doi merupakan pedagang cilok ter enak di dunia. Warung warung disana ada 6 biji, yang di tiap warung berisikan popmie, gorengan, rokok dan air minum. Pendakian ini semakin rasa rasa camping ceria ala anak sma yang lagi pramuka pramuka an. 



Hutan mati, kamu bakal takjub se takjub nya kalau memasuki area ini. gimana kagak, kamu bakal memasuki area dimana kayuk kayu yang sudah terbakar habis itu, dan sudah gosong, nyatanya mereka tetep kokoh berdiri disana, entah apa yang terjadi sama mereka. tempat ini cocok buat kamu kamu yang mau foto pre wedding . . .sama mantan kamu. Tegal Alun, oyah tadi pas ke hutan mati kita maen nya di pagi hari yah di hari minggu nya, nah selang beberapa menit kita menikmati sunrise di hutan mati, kita beranjak ke atas, menapaki sejengkal jalan jalan yang kali ini kita ngambil trek yang paling susah dengan kemiringan mencapai 74,33 derajat celcius. well, trek ini disambut gembira oleh teman teman yang lain, nampak senyum yang mengkerut sepanjang perjalanan menandakan kebahagiaan mereka, sungguh perjalanan yang sangat menyenangkan. 

selang beberapa menit perjalanan, tibalah kami memasuki area ladang edelweis, yang kami kira tadinya itu yang disebut tegal alun, ternyata . .benar itu tegal alun :)) sumringah beriring kebanggaan merembet di detuk jantung kami dan aliran darah ini. nampak tempat itu sangat super mengesankan dibanding kan tempat dimana kamu diputusin mantan, tempat ini better. kamu bisa poto poto ala ala anak instagram dan pake tulisan tulisan pesan pesan gitu, oyah ada beberapa pesan tulisan yang bisa kamu buat dimari diantaranya : “kita temenan ajah yah” ; “coba kamu ikut” ; “kamu pembohong” “kamu penjahat” “kamu tega sama aku” “kamu manusia paling kejam” – loh lama lama curhad ini sih, 
 
well, tegal alun menjadi bagian terakhir perjalanan wisata kami di papandayan, kami senang akan semua hal tersebut. perjalanan kami masih akan sangat panjang, masih banyak gunung gunung yang akan kami daki, masih banyak perairan perairan yang akan kami selami, karena kami







Gunung Salak (2.211 Mdpl)


Bagi Anda pendaki gunung atau pencita alam, Gunung Salak mungkin bisa menjadi daya tarik utama kunjungan Anda di daerah Kabupaten Bogor. Terbentuk di atas endapan batuan hasil kegiatan pra-Gunung Salak, gunung ini berbentuk perbukitan tua yang menyebar dan terpisah, seperti Gunung Peuteuy, Gunung Menir, Gunung Menyan dan Gunung Cileueur. Bukit-bukit tersebut terletak di sebelah utara dan barat laut, dan terdiri dari lava andesit, breksi tuf, dan lava kaca. Di sebelah barat komposisinya terdiri dari lava basaltik berwarna hitam gelap; sedangkan singkapan yang baik terdapat pada aliran Cikuluwung dan Cisalada di bagian hulu; pada dasar dan tepi sungai singkapan berupa lava berstruktur kekar lempeng; dan di bagian hulu singkapannya, berupa breksi lava.


Beberapa ahli mengatakan bahwa Gunung Salak termasuk gunung api tipe B karena gunung tersebut berada dalam tingkat solfatara. Gunung Salak pernah meletus setelah tahun 1600 dan letusan terakhir terjadi pada tahun 1983, sekalipun hanya berupa letusan preatik di kawah Cikaluwuung Putri.
Selain bentukan geologisnya yang menarik, Gunung Salak juga menawarkan bentangan alam yang asri, lengkap dengan cerita dan mitos metafisikanya yang sangat kental, menjadikan gunung ini masih tetap alami serta terselubung oleh kabut misteri yang kuat dan belum terpecahkan sampai saat sekarang.

Sama seperti gunung-gunung tropis di Indonesia pada umumnya, di Gunung Salak juga biasanya berkabut di kala pagi, berawan saat siang, dan sore bisa hujan. Terus begitu sepanjang tahun. Hingga tak heran Gunung ini di kelilingi oleh hutan tropis yang lebat. Secara administratif gunung salak termasuk kedalam Kawasan Taman Nasional  Gunung Halimun Salak (TNGHS), dengan keberadaan beberapa jenis fauna penting yang dilindungi di sini seperti elang jawa, macan tutul jawa, owa jawa, surili dan lain-lain. Gunung Salak sangat dikenal sebagai destinasi wisata pendakian oleh para wisatawan pencinta alam, dikarenakan karakteristiknya yang unik dan alam tropis  yang masih terjaga dengan baik. Gunung Salak lebih populer sebagai ajang tempat pendidikan bagi klub-klub pecinta alam, terutama sekali daerah punggungan Salak II. Ini dikarenakan medan hutannya yang rapat dan juga jarang pendaki yang mengunjungi gunung ini. Juga memiliki jalur yang cukup sulit bagi para pendaki pemula dikarenakan jalur yang dilewati jarang kita temukan cadangan air kecuali di Pos I jalur pendakian Kawah Ratu, beruntung di puncak Gunung ( 2211 Mdpl ) ditemukan kubangan mata air.


Meskipun gunung salak tergolong sebagai gunung yang rendah, akan tetapi memiliki keunikan tersendiri baik karakteristik hutannya maupun medannya. Gunung Salak dapat didaki dari beberapa jalur, yakni jalur Wana Wisata Cangkuang Kecamatan Cidahu Kabupaten Sukabumi,
Wana Wisata Curug Pilung, Cimelati, Pasir Rengit, dan Ciawi. Dan Puncak yang paling sering didaki para Pendaki adalah puncak Salak I dan Puncak Salak II. Jalur yang paling ramai adalah melalui Curug Nangka, di sebelah utara gunung. Melalui jalur ini, orang akan sampai pada puncak Salak II.

Puncak Salak I biasanya didaki dari arah timur, yakni Cimelati dekat Cicurug. Salak I bisa juga dicapai dari Salak II, dan dengan banyak kesulitan, dari Sukamantri, Ciapus.
Jalur lain adalah ‘jalan belakang’ lewat Cidahu, Sukabumi, atau dari Kawah Ratu dekat Gunung Bunder. Belum lagi jalur-jalur tidak resmi yang dibuka para pendaki ataupun masyarakat sekitar. Banyak jalur yang tak resmi inilah yang membuat beberapa pendaki tersesat dan tidak diketahui rimbanya



Koordinat : 6 25′ 26″ S, 106 33′ 21″ E


MENUJU LOKASI GUNUNG SALAK
Arah: 35 km dari Kota Bogor, dapat ditempuh dalam 1 jam dengan kendaraan melalui jalan melalui dua jalur, yaitu Desa Cibatok, Kecamatan Cibungbulang, dan Desa Cikampak, Kecamatan Ciampea.

Gunung Pangranggo (3.019 Mdpl)


Gunung Pangrango merupakan sebuah gunung yang terdapat di pulau Jawa, Indonesia. Gunung Pangrango mempunyai ketinggian setinggi 3,019 meter. Puncaknya dinamakan Mandalawangi.
Gunung Pangrango juga merupakan gunung tertinggi kedua di Jawa Barat setelah Gunung Ciremai, dan berada di dalam kawasan Taman Nasional Gede Pangrango, tepatnya terletak persis bersebelahan dengan Gunung Gede. untuk mendaki Gunung Pangrango hanya dapat di tempuh melalui jalur cibodas.

 Jalur Cibodas 

Perjalanan di mulai dari sebuah pintu gerbang Kebun Raya Cibodas, dengan mengikuti jalan di samping lapangan golf, dan kemudian kita berbelok ke kiri, sedikit mendaki dan menjumpai kantor resort TNGP Cibodas, yang merupakan gerbang pendakian TNGP. Kemudian kita mengikuti jalan setapak yang sudah terlihat jelas, dan sepanjang jalan sudah dipenuhin pal Kilometer yang memudahkan perjalanan. Kita menuju kandang badak dan melalui hutan Tropika. kira-kira 1,5 jam perjalanan dari gerbang pendakian, kita akan menjumpai sebuah danau kecil yang dinamakan Telaga Biru. setelah berjalan beberapa lama kita akan sampai di pertigaan yang dinamakan Panyacangan Kuda, berjalan kira 10 menit dari Panyacangan Kuda ke arah kanan, akan kita jumpai air terjun cibereum. Air terjun Cibereum terdiri dari Curug Cidendeng, Curug Cikundul dan Curug Ciwalen.

Setelah kita berjalan melewati Batu Kukus, kita akan menjumpai Air Panas yang berasal dari sumber dekat kawah Gunung gede, Dimana suhu air tersebut dapat mencapai 50 derajat celcius. Setelah melewati air panas kita akan sampai di Kandang Batu atau lebak Saat. Setelah 3 s/d 4 jam perjalanan kita akan sampai d Kandang Badak. Di kandang Badak juga terdapat mata air yang dapat digunakan untuk masak.Setelah berjalan sebentar meninggalkan kandang badak, kita akan menjumpai persimpangan Ke kiri (Puncak Gunung Gede) dan Ke kanan (Puncak Gunung Pangranggo). Untuk ke Puncak gunung pangranggo sendiri kita ambil jalan ke kanan di pertigaan tersebut.

Puncak Pangranggo terletak dalam hutan berlumut, Jadi kita tidak bisa melihat pemandangan yang menarik, tetapi jika turun sedikit ke arah barat terdapat hamparan Bunga Edelweis Jawa yang indah di area seluas 5 Ha, Yang biasa disebut Alun-Alun Mandalawangi.

Gunung Gede (2.958 Mdpl)


Gunung Gede terletak di Jawa Barat, Dan di dalam pengelolahan Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango (TNGP), Yang di dirikan tanggal 6 Maret 1980. Berwisata ke Taman Nasional Gede - Pangrango ini merupakan wisata alam yang sangat menyenangkan. Selain wisata pendakian, kita bisa menjumpai banyak air terjun, hutan alam, kawah berapi, padang bunga eidelweis jawa, taman bunga cibodas, sumber air panas dan wisata pengamatan burung. Di dalam kawasan TNGP dijumpai tak kurang 300 lebih jenis burung yang ada di pulau Jawa. Gunung Gede termasuk gunung yang sering di daki, karena transportasinya mudah serta dekat dengan Jakarta dan Bandung.

Jalur Cibodas 

Perjalanan di mulai dari sebuah pintu gerbang Kebun Raya Cibodas, dengan mengikuti jalan di samping lapangan golf, dan kemudian kita berbelok ke kiri, sedikit mendaki dan menjumpai kantor resort TNGP Cibodas, yang merupakan gerbang pendakian TNGP. Kemudian kita mengikuti jalan setapak yang sudah terlihat jelas, dan sepanjang jalan sudah dipenuhin pal Kilometer yang memudahkan perjalanan. Kita menuju kandang badak dan melalui hutan Tropika. kira-kira 1,5 jam perjalanan dari gerbang pendakian, kita akan menjumpai sebuah danau kecil yang dinamakan Telaga Biru. setelah berjalan beberapa lama kita akan sampai di pertigaan yang dinamakan Panyacangan Kuda, berjalan kira 10 menit dari Panyacangan Kuda ke arah kanan, akan kita jumpai air terjun cibereum. Air terjun Cibereum terdiri dari Curug Cidendeng, Curug Cikundul dan Curug Ciwalen.



Setelah kita berjalan melewati Batu Kukus, kita akan menjumpai Air Panas yang berasal dari sumber dekat kawah Gunung gede, Dimana suhu air tersebut dapat mencapai 50 derajat celcius. Setelah melewati air panas kita akan sampai di Kandang Batu atau lebak Saat. Setelah 3 s/d 4 jam perjalanan kita akan sampai d Kandang Badak. Di kandang Badak juga terdapat mata air yang dapat digunakan untuk masak. Dalam perjalanan ke Gunung Gede dari kandang Badak kita akan menjumpai persimpangan ke kiri menuju kawah Gunung Gede. kawah Lanang akan kita jumpai disisi kiri jalan setapak, Sementara Kawah Ratu dan Kawah Wadon di sebelah Kanan. Disekitar kawah ini akan kita jumpai Bunga Edelweis Jawa dan juga burung Rajawali Jawa (Spizaetus bartelisi) yang terbang melintasi kawah.


Dari Puncak Gunung Gede bila turun kearah tenggara (kira-kira 1 jam perjalanan), kita akan menjumpai dataran seluas 50 Ha yang terletak diantara Gunung Gede dan gunung Gemuruh, yang sebagian besar dataran ini ditutupi oleh Bunga Edelweis Jawa. tempat ini dinamakan Alun-Alun Surya Kencana. Tempat ini sangat disukai oleh para pendaki sebagai tempat berkemah. dari Alun-Alun surya Kencana kita dapat meneruskan perjalanan turun kearah kiri (Utara) menuju Pos Gunung Putri atau arah ke kanan (Selatan) menuju Salabintana Sukabumi.


Saturday, May 23, 2015

Gunung Raung (3.344 Mdpl)


Tema pendakian kali ini adalah Pendakian Sosial, Kenapa Pendakian Sosial? Karna misi kita kali ini selain mendaki Gunung Raung, Kita juga menyisihkan sedikit penghasilan kami untuk membangun sesuatu yang "Mungkin" berguna untuk warga sekitar. Gunung Raung merupakan gunung yang api yang masih aktif hingga saat ini. Puncak Gunung Raung merupakan puncak tertinggi di antara kawasan Pegunungan Ijen. Gunung ini masuk dalam wilayah tiga kabupaten di Jawa Timur, yaitu Banyuwangi, Bondowoso, dan Jember.

Pendakian ini di mulai dari rumah saya (Tangerang) Pukul 09:00, Dari Tangerang saya lanjutkan perjalanan ke stasiun Pasar senen dengan menaiki Kereta api Bengawan (Pasar Senen - Lempuyangan). Tepat pukul 11:30 kereta pun mulai memutarkan roda-rodanya di atas rel. Perjalanan kereta Bengawan antara Pasar Senen - Lempuyangan memakan waktu -/+ 7 Jam. sesampainya di Lempuyangan kami menyempatkan untuk berjalan2 cantik di kawasan Malioboro, Di malioboro ini kami menyempatkan untuk mengisi perut yang semakin susut. Karna kedatangan kami di Jogja ini bertepatan dengan malam minggu & liburan anak sekolah, maka kawasan malioboro tampak padat merayap dikarenakan banyaknya pengunjung yang berlibur di Jogja. Setelah selesai cuci mata kami pun bergegas kembali menuju Stasiun Lempuyangan untuk bermalam di sana (sambil menunggu kereta Sri tanjung). Pagi pun tiba, pintu masuk ke dalam stasiun pun telah di buka. Kami pun bergegas sarapan pagi, sambil membeli bekal kami nanti di dalam perjalanan Jogja-Banyuwang.


Setelah semua perbekalan sudah di beli, Kami pun bergegas menuju kereta sri tanjung, Tak dinyana tak di kira, kami ber lima pun bertemu dengan rombongan kami yang terpisah selama perjalanan Jakarta - Banyuwangi. Dan di sini pula kami berkumpul bersama teman2 dari Jogja. Total keseluruhan peserta Sri Tanjung Mania menjadi Sembilan orang, walau hanya dipisahkan oleh gerbong. Perjalanan Jogja - Kalibaru memakan waktu yang cukup lama (-/+ 12 jam).

Sesampainya di Stasiun Kalibaru, Kami sudah di tunggu oleh teman2 Raung Caldera yang sudah menunggu kami. Karna jarak stasiun Kalibaru ke basecamp tidak terlalu jauh, sebagian dari kami memutuskan untuk berjalan kaki sambil pemanasan sebelum melakukan pendakian malam ini juga. Sesampainya di basecamp Raung Caldera, ternyata sebagian teman2 dari Bali, Jember, Malaysia & Jakarta sudah tiba lebih dulu dari kami. Di basecamp ini kami cukup lama karna kami masih menunggu salah satu teman kami dari malang yg belum kunjung tiba. sekitar jam 10 akhirnya kereta Tawang Alun tiba di kalibaru, dan salah satu dari kami pun langsung menjemput mba novi di Stasiun Kalibaru tersebut.


Sekitar jam 12 malam mobil carteran yang akan membawa kami menuju rumah Pak Soeta pun tiba, dan tak lama berselang kami pun mulai berangkat menuju titik awal pendakian Gunung Raung (Rumah Pak Soeta). Sesampainya di rumah Pak Soeta, kami bergegas melakukan pendakian menuju Pos 1 (Rumah pak Sunarya). Setelah beberapam jam melakukan pendakian akhirnya kami tiba di Pos 1, sesuai dengan itenary kami bermalam di Pos 1. Pagi pun tiba, tepat pukul 10 pagi kami kembali melakukan pendakian, dengan target hari ini Pos 4. Perjalanan Pos 1 ke Pos 2 cukup santai, karna sepanjang jalan ini masih landai, turunan & sedikit tanjakan. Pos 1 ke Pos 2 merupakan trek terpanjang yang ada di gunung ini. Sesampainya di Pos 2, kami menyempatkan untuk makan siang di Pos 2 ini. Setelah makan siang selesai, kami pun melakukan briefing. Dan hasil briefing nya, Target ngecamp kita berubah, yang tadinya sesuai itenary di Pos 4, Tapi karna fisik sebagian dari kita sudah melemah maka team pun menentukan posisi ngecamp berubah dari Pos 4 ke Pos 3.


Tepat di sore hari kami sampai di Pos 3, tanpa berlama2 kami pun mendirikan tenda untuk beristirahat sambil mengumpulkan tenaga untuk esok hari yang trek semakin terjal. Setelah sarapan pagi kami pun bergegas melangkahkan kaki kami. Target kita hari ini Pos 7 (camp terakhir sebelum summit). Trek sepanjang Pos 3 sampai Pos 7 cukup ekstrim, dikarenakan terjalnya tanjakan yang kami lalui, belum lagi dengan Pohon Tumbang & Duri2 kecil tajam selama pendakian yang sangat menggangu. Sore hari pun tiba, satu per satu dari kami akhirnya tiba di Pos 7. Di pos 7 ini kami kembali melakukan ngecamp sambil menunggu dini hari untuk melakukan summit. Di pos 7 ini memiliki pemandangan sunset yang bisa di bilang lebih indah dari gunung2 lainya (Asumsi Pribadi). Di Pos 7 ini memiliki landscap yang cukup bagus dari pada pos sebelum2nya. setelah makam malam selesai, satu per satu dari kami kembali beristirahat agar tenaga di esok pagi lebih prima. Jam 2 pagi alarm pun berbunyi, saya dan teman2 lain nya bergegas memasak seperlunya untuk bekal kami nanti summit. Jam 3 pun tiba, Kami pun melakukan briefing kecil sebelum memulai pendakian kembali. Hasil dari briefing kita kali ini adalah untuk mempersiapkan peralatan summit di Pos 9, menggigat hawa di Puncak bendera yang sangat dingin dan angin pun sangat kencang.

Pukul 3 pagi, perjalanan pun dilanjutkan. Walaupun kami hanya membawa logistik & air seadaanya, tidak membuat perjalanan semakin mudah, karna trek yang tetap terjal dan hawa yang sangat dingin membuat kami sampai di pos 9 pukul 05:30. Di pos 9 ini kita sempat lama berhenti untuk memasang webbing, karna sebagian dari kami banyak yang baru pertama kali mengunakan webbing tersebut. setelah semua selesai memasang webbing, kami pun bergegas melanjutkan perjalanan menuju Puncak Bendera. Jarak Pos 9 ke Puncak Bendera tidaklah terlalu jauh (15 Menit). Jalur yang katanya terekstim di Pulau Jawa ini di mulai dari Puncak Bendera, Kita berjalan diantara Punggungan yang berbatu. Sepanjang perjalanan dari Puncak Bendera hingga ke Puncak Sejati bisa di pastikan tidak ada Pohon Yang berdiri tegak.


Setelah melewati Puncak bendera, Kita akan memanjat dinding bebatuan yang tidak terlalu panjang (Wajib mengunakan Webbing/harnes, Tali Karnmantel & Carabiner). Setelah memanjat, Kita kembali melewati Punggungan berbatu yang kanan & kirinya Jurang, hingga akhirnya kita sampai di batas antara Menanjak ke Puncak 17 atau Melimpir melewati pinggiran bawah Puncak 17. Bagi yang ingin menaiki puncak 17, Sangat di sarankan mengunakan Ascender & Descender untuk menuruni Puncak 17. Buat yang melimpir, sangat di sarankan mengunakan Tali Karnmantel, Webbing/Harnes & Carabiner untuk mengatisipasi kecelakaan yang terjadi. setelah melewati Puncak 17, kita kembali melewati Punggungan berbatu yang kanan & kirinya jurang. setelah berjalan selama 10 Menit di Punggungan berbatu, Kita akan sampai di batas tebing. Dan teknik yang di gunakan untuk menuruni tebing tersebut mengunakan Teknik Rapling.

Setelah Rapling, jalur pendakian sedikit lebih aman dari jalur2 sebelumnya. berjalan menuruni trek berbatuan mengunakan Tali Karnmantel/Webing dengan berpegangan tangan. setelah trek menuruni dengan berpegangan pada Tali karnmantel/Webing kita kembali menanjak menuju Puncak Tusuk Gigi. Untuk menaiki Puncak Tusuk Gigi membutuhkan tenaga ekstra karna trek kemiringanya yang cukup ekstrim dan bebatuan yang rawan longsor jika terinjak. Setelah sampai di Puncak Tususk Gigi, kita akan sampai di puncak Sejati (Top Summit Gunung Raung). Perjalanan dari Puncak Tusuk Gigi ke Puncak Sejati hanya memakan waktu 15 Menit.



Peralatan yang wajib di bawa : 

- Baju Tanggan Panjang
- Celana Panjang
- Sleeping Bag
- Buff/Masker
- Topi
- Webbing
- Tali Karnmantel
- Harnes 
- Carabiner 
- Ascender & Descender
- Air 6 Lt (perorang)
- Sepatu Gunung 

- Sarung Tanggan


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...