Showing posts with label Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Indonesia. Show all posts

Sunday, August 30, 2015

Rakyat Indonesia Kaya Raya, Yang Miskin Cuma Negara.


Siapa bilang rakyat Indonesia miskin? Justru mereka kaya raya. Buktinya, setiap ada lounching mobil baru, pasti ludes di pesan masyarakat, Apalagi jika tipe mobil seperti Ava*za atau Xe*ia mengeluarkan tipe baru, tempo inden bisa 3 s/d 4 bulan. Rumah mewah di Real Estate selalu habis terjual, dan naik hajipun harus berebut sampai ngantri 27 tahun. Yang miskin justru negaranya, gara-gara memanjakan rakyatnya lewat subsidi BBM. Utang ribuan triliun ke luar negeri nga apa-apa, yang penting rakyatnya bahagia nan sejahtera.

Ketika Soeharto lengser pada mei 1998, dia meninggalkan utang luar negeri sampai Rp. 1.800 Triliun. Tapi 17 tahun kemudian, tepatnya April 2015 lalu, Bank Indonesia mencatat bahwa posisi utang asing Indonesia tercatat sebesar USD 299,84 Miliar atau setara dengan Rp. 4.003 Triliun. Sebab defisit APBN yang terjadi setiap tahun, pemerintah menutupnya lewat utangan asing tersebut. Kenapa defisit APBN selalu terjadi? Di samping pejabat dan politisnya banyak yang doyan Korupsi, Negara selalu memanjakan rakyatnya dengan BBM bersubsidi. Karena itulah Indonesia tak pernah beranjak dari status negara berkembang, jika tak mau di sebut negara miskin. Cuma anehnya, miski negara dalam kondisi miskin dibebani utang luar negeri, rakyatnya kaya raya menuju nan sejahtera.

Buktinya setiap pabrikan mobil dan motor lounching produk baru selalu habis terjual, maka kota besar seperti Jakarta ini, setiap harinya berseliweran 20 Juta kendaraan dari mobil hingga motor. Rumah-rumah luks selalu muncul bertebaran dimana-mana, dan hanya dalam tempo singkat sudah ludes terjual. Negara boleh kekurangan fiskal, tapi rakyatnya berebut naik haji sampai ngantri-ngantri. Demi memenuhi panggilan Nabi Ibrahim, kini setiap bulanya tercatat 40.000 calon haji yang mendaftar, sehingga jumlah waiting list seluruh Indonesia mencapai lebih dari 2 Juta Jiwa. Karena daya tampung di Arab Saudi tak mencukupi, ada calon haji yang harus menungggu sampai 27 tahun mendatang.

Maka bila ada yang bilang bahwa rakyat Indonesia banyak yang miskin itu salah, yang benar itu banyak rakyat Indonesia yang kaya bahkan kaya raya, kalaupun miskin, justru negaranyalah yang miskin. Siapapun Presiden-nya di negri ini pasti harus mau pusing memikirkan bagaimana harus bisa mencicil hutang luar negeri tetapi tetap juga bisa membangun negeri ini. Subsidi BBM sekarang sudah di cabut, tapi dolar melejit sampai Rp. 14.000? Negara boleh pusing tapi rakyatnya terus berlomba beli kendaraan, rumah & naik haji. Indonesia Kaya!

#SalamDuaJariMacanAsia
#AmpunPemerintah
#SalamSatuTuak

Saturday, July 4, 2015

Gunung Burangrang (2.064 Mdpl)



Gunung Burangrang merupakan salah satu susunan meningginya permukaan tanah dari jutaan tahun lalu, Burangrang dikatakan pegunungan karena bukanlah gunung api. karena gunung api kecenderungan muncul secara tunggal rangkaian lainnya. tapi biar mudah nulisnya ya saya gunakan istilah gunung yak untuk pegunungan burangrang oke. hehe.

Gunung Burangrang adalah salah satu gunung yang terletak di daerah Jawa Barat, dengan ketinggian puncak 2064 Mdpl. Gunung ini dapat dikatakan sebagai pasak pemisah dua kabupaten di Jawa barat yaitu sebelah Selatan Kab. Bandung Barat dan sebelah Utara Kabupaten Purwakarta.
Nah pendakian ini didasari dengan tujuan refreshing saja, ga ada tujuan khusus lainya loh, jadi tidak mempergunakan prisip persiapan yang bener, hehe.  yang pada akhirnya pendakian ini diikuti oleh 6 orang.

selanjutnya kami melakukan perjalanan singkat sekitar 30 mnit ke daerah pemukiman warga. dan kami pun disarankan untuk menyimpan /mengambil persedian air seperlunya dan secukupnya. karena Gunung Burangrang adalah Pegunungan yang tidak memiliki sumber air. sehingga bagi yang ingin mendaki harus mempersiapkan persediaan air yang cukup, sedikit gambaran aja ni ya, saya sendiri membawa 3000 Ml air mineral aja masih kurang loh dengan komposisi kemasan 1500Ml x 2.


setelah melalui pemukiman kami memasuki kawasan kuburan warga dan perkebunan dan keluar langsung di punggungan gunung burangrang dan disepanjang jalan hingga puncak kami hanya melalui jalan setapak yang memiliki lebar 1-3 meter karena selebih itu kanan kiri kami adalah jurang/tebing denga kedalaman 15-50 meter. selama perjalanan, jalur yang kami lalui cukup terjal dan kecil jadi dibutuhkan konsentrasi yang tinggi terutama saat melakukan perjalanan malam. jalan pun menjadi licin akibat pasir yang ada. selama perjalanan di kawasan burangrang saat pendakian malam, perlu diperhatikan adalah jam malam, karena semakin menjelang pukul 03.00 suhu semakin drastis turun.

Akhirnya kami tiba di puncak burangrang  dan penulispun merasa cukup kedinginan yang berpengaruh kepada tenaga dan stamina tubuh karena dinginnya udara dan pakaian yang basah dengan keringat menjadikan dingin yang cukup dapat terkena gejala Hyphotermia awal. dan setelah tiba di puncak Burangrang , kita kan menjumpai Tugu ketinggian dan tugu perbatasan 2 kabupaten dan luas puncak hanya sekitar 4-5 meter persegi dan dikelilingi dengan jurang yang  dalam.
Nah ada beberapa CATATAN penting bagi calon pendaki Gunung Burangrang, adalah:

  1. waktu pendakian, kalo malam kalian akan dihadapkan dengan suhu yang dingin menusuk kulit dan penglihatan/sumber cahaya yang kurang, jadi harus konsentrasi dan pergunakan semua pancaindera sebagai keseimbangan tubuh saat perjalanan. kalo siang kalian akan menghadapi keadaan yang sangat panas ketika mencapai puncak sekitar pukul 12.00-14.00 tanpa tempat berteduh seperti pohon.
  2. pada saat musim kemarau, jalur akan cenderung licin berpasir dan saat musim penghujan licin basah, jadi pergunakanlah sepatu yang nyaman dikaki dengan pola sol yang dapat menancap dijalur seperti itu.
  3.  jalur yang ditempuh cenderung 1-2 meter saja dengan kanan kiri jurang, jadi buatlah 1 barisan dan tetap kontrol seluruh anggota pendakian, jangan ragu untuk mengatakan masalah seperti kelelahan dan ingin istirahat, dan lecet. karena akan berdampak fatal bila dibiarkan. sehingga peranan pemimpin kelompok dan sweeper tengah dan belakang sangatlah penting.
  4.  diperlukan persedian air yang cukup tapi tidak berlebihan, karena air sangat penting untuk menjaga stamina dan tenaga kita. ingat 2,5Ltr saja buat saya tidak cukup.
  5.  tetaplah berpikir positif dan semangat serta kekompakan tim.
Nah kita lanjut ya… kami mendirikan tenda di seberang Puncak Gunung Burangrang. Api unggun dan air hangat sangatlah penting di setiap pendakian, karena tubuh kita memerlukan kehangatan, oke:- )





Gunung Papandayan (1.329 Mdpl)


Pada kesempatan kali keberapa ini, kami berkesempatan menyambangi salah satu gunung yang terletak di garut. Tiba di terminal Garut ini kondisi fisik yang sangat ngantuk, kami harus mengeluarkan  keril kami yang sangat berat (tapi gak seberat beban hidup) untuk kemudian memindahkan nya ke angkot yang akan kami tumpaki hingga cisurupan.



Cisurupan adalah awal sebuah titik singgah ketiga kami dimana kami akan ber-istirahat, dilanjutkan mengisi perut. Kegiatan berikutnya di pagi yang dari tempat kita sangat jelas terlihat gunung cikuray yang bentuknya kerucut (lupa rumus volume kerucut apaan) kita harus mengisi logistik pendakian yang ternyata di pagi buta itu sudah nampak alfamart yang membuka diri nya pada pukul 6 pagi. setelah melengkapi logistik, kami bergegas menumpaki kendaraan berikutnya yakni se onggok pick up terbuka kapasitas 15 orang. Perjalanan pagi yang penuh dingin dan cahaya matahari perlahan menyongsong kegelapan yang sebelumnya ada di depan kami, sekarang berganti terang. Seiring itu, semangat pun semakin meningkat. Papandayan, kami padamu.



Camp david dimana tempat yang dulu itu masih keren banget karena ada warung warung yang tertata rapih membentuk segi empat sebelum jalur pendakian papandayan dimulai. Nyatanya sekarang tempat itu berubah, warung warung tersebut terkena dampak konflik yang harus merelakan dirinya terbakar api dan yang tersisa hanya tulang belulang berwarna hitam dari warung tersebut. well, apapun yang terjadi dengan camp david, kami memulai pendakian dari sini.


lepas beberapa saat dari camp david kami harus merasakan tajamnya bebatuan yang menjadi trek pertama kami, kemudian dilanjutkan dengan keindahan panorama bekas jalanan lava papandayan, dan nampak masih ada semburan semburan gas kecil di sini. Setelah berjalan beberapa lama, kita akan sampai di Pondok Salada. Tempat yang mungkin banyak cinta bersemi di dalamnya. Iya, karena camp itu rame pake banget, gak nahan. Disini kamu bisa nyari spot spot buat menancapkan tenda kamu, sebisa mungkin dekat dengan sumber air (biar kamu bisa bilang sumber air sudekat). dimari, kamu gak usah khawatir gak nemu kafece atau donkin, dimari ada warung maz, mba, ada pedagang cilok pula, doi merupakan pedagang cilok ter enak di dunia. Warung warung disana ada 6 biji, yang di tiap warung berisikan popmie, gorengan, rokok dan air minum. Pendakian ini semakin rasa rasa camping ceria ala anak sma yang lagi pramuka pramuka an. 



Hutan mati, kamu bakal takjub se takjub nya kalau memasuki area ini. gimana kagak, kamu bakal memasuki area dimana kayuk kayu yang sudah terbakar habis itu, dan sudah gosong, nyatanya mereka tetep kokoh berdiri disana, entah apa yang terjadi sama mereka. tempat ini cocok buat kamu kamu yang mau foto pre wedding . . .sama mantan kamu. Tegal Alun, oyah tadi pas ke hutan mati kita maen nya di pagi hari yah di hari minggu nya, nah selang beberapa menit kita menikmati sunrise di hutan mati, kita beranjak ke atas, menapaki sejengkal jalan jalan yang kali ini kita ngambil trek yang paling susah dengan kemiringan mencapai 74,33 derajat celcius. well, trek ini disambut gembira oleh teman teman yang lain, nampak senyum yang mengkerut sepanjang perjalanan menandakan kebahagiaan mereka, sungguh perjalanan yang sangat menyenangkan. 

selang beberapa menit perjalanan, tibalah kami memasuki area ladang edelweis, yang kami kira tadinya itu yang disebut tegal alun, ternyata . .benar itu tegal alun :)) sumringah beriring kebanggaan merembet di detuk jantung kami dan aliran darah ini. nampak tempat itu sangat super mengesankan dibanding kan tempat dimana kamu diputusin mantan, tempat ini better. kamu bisa poto poto ala ala anak instagram dan pake tulisan tulisan pesan pesan gitu, oyah ada beberapa pesan tulisan yang bisa kamu buat dimari diantaranya : “kita temenan ajah yah” ; “coba kamu ikut” ; “kamu pembohong” “kamu penjahat” “kamu tega sama aku” “kamu manusia paling kejam” – loh lama lama curhad ini sih, 
 
well, tegal alun menjadi bagian terakhir perjalanan wisata kami di papandayan, kami senang akan semua hal tersebut. perjalanan kami masih akan sangat panjang, masih banyak gunung gunung yang akan kami daki, masih banyak perairan perairan yang akan kami selami, karena kami







Gunung Salak (2.211 Mdpl)


Bagi Anda pendaki gunung atau pencita alam, Gunung Salak mungkin bisa menjadi daya tarik utama kunjungan Anda di daerah Kabupaten Bogor. Terbentuk di atas endapan batuan hasil kegiatan pra-Gunung Salak, gunung ini berbentuk perbukitan tua yang menyebar dan terpisah, seperti Gunung Peuteuy, Gunung Menir, Gunung Menyan dan Gunung Cileueur. Bukit-bukit tersebut terletak di sebelah utara dan barat laut, dan terdiri dari lava andesit, breksi tuf, dan lava kaca. Di sebelah barat komposisinya terdiri dari lava basaltik berwarna hitam gelap; sedangkan singkapan yang baik terdapat pada aliran Cikuluwung dan Cisalada di bagian hulu; pada dasar dan tepi sungai singkapan berupa lava berstruktur kekar lempeng; dan di bagian hulu singkapannya, berupa breksi lava.


Beberapa ahli mengatakan bahwa Gunung Salak termasuk gunung api tipe B karena gunung tersebut berada dalam tingkat solfatara. Gunung Salak pernah meletus setelah tahun 1600 dan letusan terakhir terjadi pada tahun 1983, sekalipun hanya berupa letusan preatik di kawah Cikaluwuung Putri.
Selain bentukan geologisnya yang menarik, Gunung Salak juga menawarkan bentangan alam yang asri, lengkap dengan cerita dan mitos metafisikanya yang sangat kental, menjadikan gunung ini masih tetap alami serta terselubung oleh kabut misteri yang kuat dan belum terpecahkan sampai saat sekarang.

Sama seperti gunung-gunung tropis di Indonesia pada umumnya, di Gunung Salak juga biasanya berkabut di kala pagi, berawan saat siang, dan sore bisa hujan. Terus begitu sepanjang tahun. Hingga tak heran Gunung ini di kelilingi oleh hutan tropis yang lebat. Secara administratif gunung salak termasuk kedalam Kawasan Taman Nasional  Gunung Halimun Salak (TNGHS), dengan keberadaan beberapa jenis fauna penting yang dilindungi di sini seperti elang jawa, macan tutul jawa, owa jawa, surili dan lain-lain. Gunung Salak sangat dikenal sebagai destinasi wisata pendakian oleh para wisatawan pencinta alam, dikarenakan karakteristiknya yang unik dan alam tropis  yang masih terjaga dengan baik. Gunung Salak lebih populer sebagai ajang tempat pendidikan bagi klub-klub pecinta alam, terutama sekali daerah punggungan Salak II. Ini dikarenakan medan hutannya yang rapat dan juga jarang pendaki yang mengunjungi gunung ini. Juga memiliki jalur yang cukup sulit bagi para pendaki pemula dikarenakan jalur yang dilewati jarang kita temukan cadangan air kecuali di Pos I jalur pendakian Kawah Ratu, beruntung di puncak Gunung ( 2211 Mdpl ) ditemukan kubangan mata air.


Meskipun gunung salak tergolong sebagai gunung yang rendah, akan tetapi memiliki keunikan tersendiri baik karakteristik hutannya maupun medannya. Gunung Salak dapat didaki dari beberapa jalur, yakni jalur Wana Wisata Cangkuang Kecamatan Cidahu Kabupaten Sukabumi,
Wana Wisata Curug Pilung, Cimelati, Pasir Rengit, dan Ciawi. Dan Puncak yang paling sering didaki para Pendaki adalah puncak Salak I dan Puncak Salak II. Jalur yang paling ramai adalah melalui Curug Nangka, di sebelah utara gunung. Melalui jalur ini, orang akan sampai pada puncak Salak II.

Puncak Salak I biasanya didaki dari arah timur, yakni Cimelati dekat Cicurug. Salak I bisa juga dicapai dari Salak II, dan dengan banyak kesulitan, dari Sukamantri, Ciapus.
Jalur lain adalah ‘jalan belakang’ lewat Cidahu, Sukabumi, atau dari Kawah Ratu dekat Gunung Bunder. Belum lagi jalur-jalur tidak resmi yang dibuka para pendaki ataupun masyarakat sekitar. Banyak jalur yang tak resmi inilah yang membuat beberapa pendaki tersesat dan tidak diketahui rimbanya



Koordinat : 6 25′ 26″ S, 106 33′ 21″ E


MENUJU LOKASI GUNUNG SALAK
Arah: 35 km dari Kota Bogor, dapat ditempuh dalam 1 jam dengan kendaraan melalui jalan melalui dua jalur, yaitu Desa Cibatok, Kecamatan Cibungbulang, dan Desa Cikampak, Kecamatan Ciampea.

Gunung Pangranggo (3.019 Mdpl)


Gunung Pangrango merupakan sebuah gunung yang terdapat di pulau Jawa, Indonesia. Gunung Pangrango mempunyai ketinggian setinggi 3,019 meter. Puncaknya dinamakan Mandalawangi.
Gunung Pangrango juga merupakan gunung tertinggi kedua di Jawa Barat setelah Gunung Ciremai, dan berada di dalam kawasan Taman Nasional Gede Pangrango, tepatnya terletak persis bersebelahan dengan Gunung Gede. untuk mendaki Gunung Pangrango hanya dapat di tempuh melalui jalur cibodas.

 Jalur Cibodas 

Perjalanan di mulai dari sebuah pintu gerbang Kebun Raya Cibodas, dengan mengikuti jalan di samping lapangan golf, dan kemudian kita berbelok ke kiri, sedikit mendaki dan menjumpai kantor resort TNGP Cibodas, yang merupakan gerbang pendakian TNGP. Kemudian kita mengikuti jalan setapak yang sudah terlihat jelas, dan sepanjang jalan sudah dipenuhin pal Kilometer yang memudahkan perjalanan. Kita menuju kandang badak dan melalui hutan Tropika. kira-kira 1,5 jam perjalanan dari gerbang pendakian, kita akan menjumpai sebuah danau kecil yang dinamakan Telaga Biru. setelah berjalan beberapa lama kita akan sampai di pertigaan yang dinamakan Panyacangan Kuda, berjalan kira 10 menit dari Panyacangan Kuda ke arah kanan, akan kita jumpai air terjun cibereum. Air terjun Cibereum terdiri dari Curug Cidendeng, Curug Cikundul dan Curug Ciwalen.

Setelah kita berjalan melewati Batu Kukus, kita akan menjumpai Air Panas yang berasal dari sumber dekat kawah Gunung gede, Dimana suhu air tersebut dapat mencapai 50 derajat celcius. Setelah melewati air panas kita akan sampai di Kandang Batu atau lebak Saat. Setelah 3 s/d 4 jam perjalanan kita akan sampai d Kandang Badak. Di kandang Badak juga terdapat mata air yang dapat digunakan untuk masak.Setelah berjalan sebentar meninggalkan kandang badak, kita akan menjumpai persimpangan Ke kiri (Puncak Gunung Gede) dan Ke kanan (Puncak Gunung Pangranggo). Untuk ke Puncak gunung pangranggo sendiri kita ambil jalan ke kanan di pertigaan tersebut.

Puncak Pangranggo terletak dalam hutan berlumut, Jadi kita tidak bisa melihat pemandangan yang menarik, tetapi jika turun sedikit ke arah barat terdapat hamparan Bunga Edelweis Jawa yang indah di area seluas 5 Ha, Yang biasa disebut Alun-Alun Mandalawangi.

Gunung Gede (2.958 Mdpl)


Gunung Gede terletak di Jawa Barat, Dan di dalam pengelolahan Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango (TNGP), Yang di dirikan tanggal 6 Maret 1980. Berwisata ke Taman Nasional Gede - Pangrango ini merupakan wisata alam yang sangat menyenangkan. Selain wisata pendakian, kita bisa menjumpai banyak air terjun, hutan alam, kawah berapi, padang bunga eidelweis jawa, taman bunga cibodas, sumber air panas dan wisata pengamatan burung. Di dalam kawasan TNGP dijumpai tak kurang 300 lebih jenis burung yang ada di pulau Jawa. Gunung Gede termasuk gunung yang sering di daki, karena transportasinya mudah serta dekat dengan Jakarta dan Bandung.

Jalur Cibodas 

Perjalanan di mulai dari sebuah pintu gerbang Kebun Raya Cibodas, dengan mengikuti jalan di samping lapangan golf, dan kemudian kita berbelok ke kiri, sedikit mendaki dan menjumpai kantor resort TNGP Cibodas, yang merupakan gerbang pendakian TNGP. Kemudian kita mengikuti jalan setapak yang sudah terlihat jelas, dan sepanjang jalan sudah dipenuhin pal Kilometer yang memudahkan perjalanan. Kita menuju kandang badak dan melalui hutan Tropika. kira-kira 1,5 jam perjalanan dari gerbang pendakian, kita akan menjumpai sebuah danau kecil yang dinamakan Telaga Biru. setelah berjalan beberapa lama kita akan sampai di pertigaan yang dinamakan Panyacangan Kuda, berjalan kira 10 menit dari Panyacangan Kuda ke arah kanan, akan kita jumpai air terjun cibereum. Air terjun Cibereum terdiri dari Curug Cidendeng, Curug Cikundul dan Curug Ciwalen.



Setelah kita berjalan melewati Batu Kukus, kita akan menjumpai Air Panas yang berasal dari sumber dekat kawah Gunung gede, Dimana suhu air tersebut dapat mencapai 50 derajat celcius. Setelah melewati air panas kita akan sampai di Kandang Batu atau lebak Saat. Setelah 3 s/d 4 jam perjalanan kita akan sampai d Kandang Badak. Di kandang Badak juga terdapat mata air yang dapat digunakan untuk masak. Dalam perjalanan ke Gunung Gede dari kandang Badak kita akan menjumpai persimpangan ke kiri menuju kawah Gunung Gede. kawah Lanang akan kita jumpai disisi kiri jalan setapak, Sementara Kawah Ratu dan Kawah Wadon di sebelah Kanan. Disekitar kawah ini akan kita jumpai Bunga Edelweis Jawa dan juga burung Rajawali Jawa (Spizaetus bartelisi) yang terbang melintasi kawah.


Dari Puncak Gunung Gede bila turun kearah tenggara (kira-kira 1 jam perjalanan), kita akan menjumpai dataran seluas 50 Ha yang terletak diantara Gunung Gede dan gunung Gemuruh, yang sebagian besar dataran ini ditutupi oleh Bunga Edelweis Jawa. tempat ini dinamakan Alun-Alun Surya Kencana. Tempat ini sangat disukai oleh para pendaki sebagai tempat berkemah. dari Alun-Alun surya Kencana kita dapat meneruskan perjalanan turun kearah kiri (Utara) menuju Pos Gunung Putri atau arah ke kanan (Selatan) menuju Salabintana Sukabumi.


Friday, May 22, 2015

Gunung Prau (2.565 Mdpl)


Gunung Prau, gunung yang berada diperbatasan  antara Wonosobo dan Banjarnegara. Sebenarnya pendakian kali ini judulnya "Pendakian yang tertunda", Karna di bulan april kemarin gunung ini sedang di tutup karena sedan Penghijauan. Setelah gunung ini dibuka kembali, Akhirnya kami para siluman memutuskan untuk melakukan "Penebusan Dosa" ke gunung ini. Tepat pukul 4 sore, Kamis 14 Mei 2015 akhirnya kami berkumpul di salah satu kediaman sesepuh siluman laba-laba (Bahrul A.K.A Ulum). Setelah sebagian berkumpul, akhirnya kami melanjutkan perjalanan menuju agen bis Sinar J*ya. Satu per satu perserta berkumpul hingga menyisahkan 2 insan manusia yang katanya ingin menyusul kami pada malam harinya (Mungkin dia lelah).

Bispun mulai melajukan roda-rodanya menuju wonosobo, Didalam bis ini kita mendapatkan fasilitas yang kurang bersahabat untuk sekelas Siluman Laba Laba, dikarenakan WC toilet bis ini tidak dapat dipakai, AC yang kurang dingin, dan Smoking area yang tak berpintu (Nasib naik bis 90ribu-an). Perjalanan panjang antara Tangerang - Wonosobo telah menghabiskan beberapa bungkus rokok dan Cap orang utan, sekitar pukul 7 pagi akhirnya kita sampai di Pertigaan anatara menuju Wonosobo-Dieng, Kamipun turun di pertigaan tersebut untuk melanjutkan perjalanan dengan menaiki seong'gok minibus menuju kawasan dataran tinggi dieng. Setelah beberapa jam manaiki bis, akhirnya kami sampai di dataran Tinggi Dieng. Disini kami sempat meminta kepada si masinis bis tersebut untuk diturunkan di depan Indomar*t, Karna kami belum berbelanja untuk perbekalan pendakian di gunung prau ini.


Seperti biasa, Sebelum pendakian di mulai kami menyempatkan diri untuk melakukan ritual yang tidak lazim yaitu foto-foto (Efek publik figur). Ritualpun selesai, kamipun memulai pendakian ini. Setapak demi setapak kami langkahkan kaki kami menuju keatas, tapi emang dasar pendaki cabe-cabean, lebih banyak istirahatnya dari pada melangkahnya. Di Pos I pun kami istirahat sejenak untuk merenggangkan otot-otot yang mulai tegang (Alasan). Setelah beberapa menit istirahat, kami kembali melanjutkan perjalanan, Sepanjang perjalanan dari Pos I ke Pos II jalan mulai terjal, di pertengahan jalan akhirnya kami menyempatkan melakukan ritual kembali yaitu foto-foto.

Akhirnya kami sampai di Pos II (Tugu Perbatasan Banjarnegara-Wonosobo), Disini kami sempat menyembunyikan sedikit makanan, senter dan Air mineral untuk teman kami yang katanya menyusul (Opung & Dolok satu hati, Satu nyali, Satu Jiwa). Setelah perbekalan kami sembunyikan kamipun mulai melakukan pendakian menuju Pos III (Perbatasan Menara-Puncak). Setelah beberapa lama melewati Pos III akhirnya kami sampai di Top Summit 2.565 Mdpl (Kata Wong Londo). Disini kami sempat beristirah lama karna ritual biasa kami lakukan kembali (putu-putu). Kalau udah urusan foto, ga perduli panas terik matahari, Ribak Sude.


Setelah melewati puncak, Perjalanan menuju Bukit Teletubies sudah mulai landai. Sebelum sampai bukit teletubies, kami memutuskan untuk mendirikan tenda di samping jalan setapak, dengan asumsi teman kami yang menyusul dapat mudah bertemu dan bersatu padu menyusun kekuat baru di pemilu 2019 #SalamJariJari. Malampun telah tiba, ke-3 tendapun telah berdiri, tapi kedua insan manusia yang kami tunggu tak kunjung tiba. Akhirnya 3 manusia siluman laba laba memutuskan untuk naik ke puncak dengan alasan kemanusiaan (menunggu teman kami yang katanya mau menyusul, tapi tak kunjung tiba hingga jam 10 malam). Setelah beberapa jam menunggu dan bertanya-tanya kepada pendaki lain yang sedang naik, akhirnya kami bertiga memutuskan untuk kembali ke tenda karna malam semakin dingin, perut semakin lapar dan mata semakin mengantuk.

Dini hari pun tiba, Teman kami yang kami tunggu-tunggu pun tak kunjung tiba. Akhirnya kami memutuskan untuk ke dataran paling tinggi untuk foto-foto kembali (Sunrise Hunter). Benar kata orang, Kalau kawasan dieng itu kawasan Golden Sunrisenya Asia. Pemandangan yang luar biasa, dengan background kawasan dieng yang indah (Jujur, ini ga lebay). Mataharipun semakin tinggi, kamipun telah puas dengan sesi putu-putu, akhirnya kami memutuskan kembali ke tenda untuk sarapan pagi (Biar kaya orang-orang). disaat kami sedang masak, munculah sesosok penampakan mendatangi tenda kami, dan sesosok mahluk itu adalah teman kami yang katanya menyusul. tiba dengan bibir yang sudah mulai keungu-unguan (kaya viola), Muka yang pucat pasi. akhirnya kami ber 13 siluman laba laba berkumpul bersatu padu merangkai ombak ala mexican wave. tapi setelah dipikir-pikir, sahabat sejoli teman kami yang tertinggal masih berada di bukit teletubies.


Akhirnya sebagian dari kami menyusul ke bukit teletubies untuk menjemput sahabat pena kami yang masih tertinggal di puncak bukit teletubies. Tak diduga tak dinyana ternyata kedua teman kami yang katanya menyusul ini tidur tidak mengunakan tenda, hanya bermodalkan Sleping bag 1 untuk dua orang, dan mereka tidur di balik tenda orang lain agar tak terkena Oh angin malam...bawa daku...ketempatmu. kamipun bergegas kembali ketenda untuk makan pagi, karna dihari ini juga kami akan kembali ke kota kami tercinta, yaitu Tangerang (Prettt...). Kedua teman kami yang katanya menyusul itu makan dengan buasnya, karna hampir seharian tidak makan.

Tendapun melai kami rubuhkan, makanpun telah selesai, dan sampahpun telah kami kumpulkan untuk di bawa turun ke basecamp (Ini wajib buat kalian yang suka mendaki gunung pada setiap tanggal merah). Setelah beberapa jam perjalanan turun, akhirnya kami sampai kembali di Basecamp Dieng dengan selamat tanpa kekurangan apapun. Terima kasih sebesar-besarnya kepada sang pencipta dunia ini (Biar religius dikit).


nb : Sangat disarankan buat kalian yang mendaki gunung prau untuk berwisata keliling dataran tinggi dieng (Kawah Sikadang, Candi Arjuno, Telaga Warna & Dieng Plateau).

Transport & Harga : 

Bis Sinar J*ya Tangerang-Wonosobo, Rp. 90K
Minibus ke Dieng, Rp 15K
Perijinan Simaksi, Rp. 10K






Thursday, May 21, 2015

Gunung Merbabu (3.145 Mpdl)


Gunung Merbabu merupakan gunung api tua yang bersebelahan dengan Gunung Merapi yang merupakan salah satu gunung api teraktif di dunia. Gunung Merbabu memiliki beberapa puncak, Yaitu Puncak Bayangan, Puncak syarif dan Puncak Kenteng Songo (Top Summit). Untuk menuju ketiga puncak ini bisa melalui Lewat Selo/Boyolali dan Takelan/Kopeng. Kedua jalur mempunyai medan perjalanan yang berbeda. Kalau kita lewat Selo, jaraknya lebih jauh tapi memiliki panorama yang sangat indah. Pohon-pohon pinus di sepanjang jalan terasa menciptakan kenyamanan selama perjalanan dan bisa memandang lereng gunung merapi lebih dekat. Sedangkan melalui Takelan/Kopeng jalurnya lebih landai tetapi karena erosi oleh air hujan menyebabkan rute perjalanan di bagi menjadi dua yaitu Jalur lama dan Jalur Baru.

Jalur Takelan/Kopeng

Dari Jogjakarta kita menuju arah ke Magelang, kemudian diteruskan ke arah Salatiga, turun di Kopeng (15km). Dari kopeng perjalanan dilanjutkan menuju Desa Takelan selama 1 jam perjalanan, yang merupakan desa terakhir. Didesa ini hendaknya para pendaki melengkapi perbekalan dan mengambil air untuk pendakian Naik maupun turun.

Dari Takelan kita menuju ke Pos Bayangan (Pending), melewati kebun penduduk dan hutan pinus lalu diteruskan ke Pos Gumuk, Perjalanan membutuhkan waktu 2,5 jam. Dari Pos I diteruskan menuju ke Pos II (Lempong Sampai) selama 0,5 jam. Setelah sampai di Pos II jalan kita diteruskan menyusurui hutan Heterogen selama 1 jam lagi kita akan sampai di Pos IV pada ketinggian 2.880 Mdpl, dimana terdapat pemancar TVRI (Puncak Bayangan). Dari Pos IV perjalanan kita lanjutkan ke Pos V yang membutuhkan waktu selama 0,5 Jam perjalanan.

Setelah dari Pos V kita menuju ke Puncak Syarif (3.120 mdpl) selama 0,5 Jam perjalanan. Puncak Syarif adalah Puncak kedua setelah Puncak Kenteng Songo. Perjalanan dari Kopeng sampai ke Puncak Gunung Merbabu membutuhkan waktu perjalanan sekitar 7-8 Jam, dan turunya membutuhkan waktu 4-5 Jam Perjalanan.

Friday, April 24, 2015

Gunung Semeru (3.676 Mpdl)


Gunung Semeru merupakan gunung tertinggi di pulau jawa dan salah satu gunung api yang paling aktif. Dalam kurun waktu -+ 20 menit sekali mengeluarkan abu vulkanik hitam dan pasir. Wilaya tepatnya berada di Kabupa ten Malang dan Lumajang. Aktifitas material vulkanik yang dikeluarkan berupa letusan abu, Lava blok tua dan Bom lava muda.

Untuk pendakian ke gunung semeru ini biasanya pendaki kebanyakan memulai dari arah malang, karena ketersedian akses transportasi dan akomodasi yang mudah di dapat. Dari kota Malang perjalanan dilanjutkan menuju ke tumpang via terminal Arjosari dengan angkot. Sesampainya di terminal tumpang kita bisa langsung naik jeep atau truk yang menuju Ranupani. Dari tumpang perjalanan dilanjutkan ke Ranu pAni dengan melewati Gubuklakah, yang merupakan desa penghasil buah Apel dan Ngadas, tempat Suku Tengger bermukim serta Jemplang - Bantengan (Disini pemandangan ke Gunung Bromo nampak bagaikan hamparan permadani bila awal musim hujan mulai atau berakhir). Perjalanan dari Tumpang menuju Ranu Pani membutuhkan 4-5 jam perjalanan.

Ranu Pani merupakan dusun terakhir perjalanan bermotor. Ditempat ini terdapat Pos pemeriksaan Pendaki Gunung dan Fasilitas yang ada berupa Pondok Pendaki, pondok Penelitian, Pusat Informasi, Kantor Resort, Wisma Cinta Alam, Wisma Tamu dan Bangunan Pengelola. Ditengah perkampungan Ranu Pani terdapat Danau (Ranu) Pani yang merupakan kawasan wisata yang mengasikan. Dari Ranu Pani bila kita berjalan menyusuri jalan setapak lurus terus maka kita akan sampai di Ranu Regulo (15 Menit).

dari Ranu Pani perjalanan dilanjutkan menyusuri jalan beraspal sepanjang 0,5 Km menuju jalan setapak pendakian menuju Ranu Kumbolo. Melewati tanah pertanian daerah Watu Rejeng perjalanan menanjak dimulai. Disekitar perjalanan ada yang tertutup oleh pohon tumbang/rubuh ke jalan sehingga sesekali kita merayap di bawah tumbuhan rubuh. Nuansa perjalanan banyak dijumpai penduduk yang mencari kayu bakar serta burung di sepanjang rute perjalanan. Waktu tempuh dari Ranu Pani ke Watu Rejeng membutuhkan 90 menit. lalu untuk sampai di Ranu Kumbolo dari Watu Rejeng membutuhkan 90 menit.


Ranu Kumbolo merupakan lembah dan terdapat danau/ranu yang lausnya 12 Ha. Daerah ini merupakan tempat Vaforit para pendaki untuk bermalam. Panorama alam dipagi hari akan lebih menakjubkan berupa sinar matahari yang terbit dari celah-celah bukit menjukan warna-warni yang membuat di sekitar danau berwarna kemerahan-merahan dan kekuningan, ditambah uap air diatas danau seakan-akan keluar dari danau tersebut.

Setelah dari Ranu Kumbolo perjalanan diteruskan menuju Kali mati melewati Tanjakan Cinta, Yang merupakan tanjakan yang lumayan memeras tenaga dan diteruskan melewati Savana Oro-oro ombo. Perjalanan diteruskan menuju Cemoro Kandang dan diteruskan melewati padang rumput - Jambangan dan menuju Kali Mati. Disini kita dapat memenuhi kebutuhan tambahan air kita dengan menyusuri jalan setapak selama 15 menit ke mata air.

Setelah dari Kali Mati kita menuju ke Arcopodo dengan waktu tempu 2 sampai 3 jam perjalanan. Arcopodo merupakan daerah yang berada dilereng puncak Gunung Semeru dan dapat digunakan untuk mendirikan tenda sebelum melakukan Summit Attack di dini harinya. Setelah beristirahat di malam harinya, perjalanan pendakian kita lanjutkan menuju ke puncak Jonggring Saloko dengan melewati tanah berpasir dengan kemiringan 60-70 derajat. Diperlukan kewaspadaan khusus dalam melewati medan ini karena banyak batu-batu atau longsoran di karenakan angin atau pendaki yang berada di atas kita. perjalanan dari Arcopodo ke Puncak membutuhkan waktu 3-4 jam perjalanan pendakian.

Puncak Mahameru atau Puncak Jonggring Salako memiliki keunikan pada setiap 10-15 sekali menyemburkan abu dan batuan vulkanik yang di dahului semburan asap berwarna hitam kelam membumbung tinggi ke angkasa raya seakan-akan menyelimuti seluru puncak. Suhu di puncak semeru kadang-kadang mencapai 0-4 derajat celcius yang disertai kabut tebal dan badai angin.


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...