Tuesday, October 23, 2012

Gerakan Mahasiswa Nasional Indoneisa (GMNI)


GMNI adalah singkatan dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia yang berasas Marhainisme, Awal mulanya terbentuk Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) lahir dari proses peleburan tiga organisasi kemahasiswaan yang berlandaskan Marhaenisme yang di ajarankan Bung Karno. Ketiga organisasi yang melebur jadi satu tersebut adalah Gerakan Mahasiswa Marhaenis Jogjakarta, Gerakan Mahasiswa Merdeka & Gerakan Mahasiswa Demokrat Indonesia (GMDI) yang berpusat di Jakarta.

Proses peleburan ketiga organisasi mahasiswa tersebut mulai tampak pada ketika awal bulan September tahun 1953, Ketika Gerakan Mahasiswa Demokrat Indonesia (GMDI) melakukan pergantian pengurus, yakni dari Dewan Pengurus lama yang dipimpin Drs. Sjarief kepada Dewan Pengurus baru yang diketuai oleh S.M. Hadiprabowo.

Dalam satu rapat pengurus GMDI yang diselenggarakan di Gedung Proklamasi, Jalan Pegangsaan Timur 56 Jakarta, Tercetus keinginan untuk mempersatukan ketiga organisasi yang seasas itu menjadi satu wadah. Keinginan tersebt kemudian disampaikan kepada pimpinan kedua organisasi yang lain, dan ternyata gagasan tersebut mendapat sambutan positif dari kedua oraganisasi tersebut.

Setelah melalui serangkaian pertemuan penjajakan, Maka pada Rapat Bersama antar ketiga Pimpinan Organisasi Mahasiswa tersebut, akhirnya dicapailah sejumlah kesepakatan antara lain:

– Ketiga organisasi setuju untuk melakukan fusi
– Wadah bersama hasil peleburan tiga organisasi ini bernama Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesa (GMNI)
– Asas Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesa (GMNI) adalah Marhaenisme ajaran Bung Karno
– Sepakat untuk mengadakan Kongres pertama GMNI di Surabaya

Para pimpinan ketiga organisasi yang hadir dalam pertemuan itu antara lain: Gerakan Mahasiswa Merdeka (1. Slamet Djajawidjaja, 2. Slamet Rahardjo, 3. Heruman), Gerakan Mahasiswa Marhaenis (1. Wahyu Widodo, 2. Subagio Masrukin, 3. Sri Sumantri Marto Suwignyo) & Gerakan Mahasiswa Demokrat Indonesia (1. S.M. Hadiprabowo, 2. Djawadi Hadipradoko, 3. Sulomo)

Konperensi Besar GMNI di Kaliurang tahun 1959 Bung karno memeberikan pidato sambutan dengan judul “Hilangkan Sterilitiet dalam Gerakan Mahasiswa !”.

GMNI menyadari bahwa Pancasila lahir dari kristalisasi perjuangan bangsa Indonesia untuk membebaskan dirinya dari segala bentuk penjajahan, penindasan, dan ketidakadilan. Oleh karena sesuai dengan tujuan dan watak GMNI maka kongres VIII di Bandung, 18-20 November 1983, GMNI menetapkan Pancasila sebagai azasnya.

GMNI adalah mendidik para kader bangsa serta ikut mewujudkan masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

GMNI bersifat INDEPENDEN. Artinya GMNI tidak memiliki keterkaitan organisatoris dengan partai-partai politik. Anggota GMNI bebas menyalurkan aspirasinya pada tiap-tiap kekuatan politik yang ada di Indonesia.

PEJUANG PEMIKIR - PEMIKIR PEJUANG

Pejuang yang dipandu oleh wawasan pemikiran yang mantap. Pemikir yang secara patriotik selalu berusaha melaksanakan gagasannya demi nusa, bangsa, dan negara. Pejuang yang selalu memadukan pemahaman teoritis dengan pengalaman praktis. Oleh karena sifat dan tujuannya, maka GMNI berfungsi sebagai tempat dimana mahasiswa Indonesia yang menjadi anggotanya belajar dan memproses diri menjadi kader bangsa yang selalu tanggap terhadap persolalan-persoalan rakyat, serta lugas dalam mencari alternatif pemecahannya dengan rasa tanggungjawab. Oleh karena fungsi ini, maka di dalam tubuh GMNI akan ditemui aktivitas-aktivitas seperti :
  • Latihan kepemimpinan
  • Studi kolektif
  • Aksi langsung
  • Berbagai kegiatan lainnya

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...