Sunday, April 29, 2012

Pertandingan PSSB - Persikota batal di gelar





Pertandingan antara tuan rumah PSSB Bireuen menghadapi Persikota Tangerang dalam lanjutan kompetisi divisi utama Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS), petang nanti, di Stadion Cot Gapu, dipastikan batal. Pasalnya, Persikota hingga Sabtu (28/4) malam belum tiba di Kota Bireuen.

Ketua panitia pelaksana (Panpel) PSSB, M Sakdan Abidin kepada Serambi, tadi malam, mengatakan, setelah pihaknya berkoordinasi dengan manajemen Persikota dan PSSI, sudah dapat dipastikan kalau tim Bayi Ajaib--Persikota--tidak hadir ke Bireuen karena berbagai alasan. Sehingga pertandingan yang seharusnya berlangsung petang nanti batal dilaksanakan.

Pun demikian kata Sakdan, tuan rumah PSSB tetap akan hadir ke lapangan Cot Gapu dengan memakai kostum lengkap, karena wasit dan pengawas pertandingan (PP) sudah tiba di Bireuen. Mereka akan hadir ke lapangan untuk meniupkan pluit kick-off. Setelah itu, pengadil langsung mengakhiri laga dengan kemenangan WO untuk PSSB.

“Sebenarnya kami sudah siap menggelar pertandingan PSSB lawan Persikota. Bahkan tiket tribun terbuka sudah kami cetak 8.000 lembar dan tribun tertutup 500 lembar. Begitu juga kesiapan pengamanan, lapangan, dan persiapan lainnya. Namun, apa mau dikata, laga kedua tim batal dilaksankan,” ujar Sakdan.

Pada kesempatan itu, Sakdan menghimbau kepada masyarakat pecinta sepakbola di Bireuen yang sudah siap menyaksikan PSSB bertanding, terpaksa harus bersabar. “Kami tahu suporter PSSB kecewa karena laga batal, tetapi itu bukan kesalahan panitia maupun tim PSSB, tetapi Persikota yang tidak siap. Bahkan hingga malam ini (tadi malam-red) mereka belum tiba di Bireuen dan mengatakan tidak jadi datang,” demikian Sakdan.

Menyusul batalnya pertandingan menambah daftar klub bangkrut di pentas divisi utama yang dikelola oleh PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS). Sebelumnya, PS Bengkulu yang berlaga di bawah LPIS lebih dulu tamat ketika akan berlangsungnya putaran kedua.

Sriwijaya berhasil mengalahkan tamunya PSMS medan 2-0

Sriwijaya FC

Sriwijaya FC mampu mengalahkan PSMS Medan dengan skor meyakinkan 2-0 di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang (Sabtu 28/4/2012). Dua gol  Sriwijaya FC dibuat oleh Kieth Kayamba Gumbs menit ke-4 dan Hilton Moirera menit ke-51. Kemenangan ini, sejenak membuat Sriwijaya FC menjauh dari kejaran Persipura Jayapura di papan atas klasemen sementara Indonesian Super League (ISL) 2011/2012.


 Babak pertama baru berjalan 3 menit, Hilton Moirera yang berhasil menerobos kotak pinalti PSMS memberikan umpan kepada Kieth Kayamba Gumbs. Hanya saja tendangannya berhasil dihalau pemain belakang PSMS Medan.

Satu menit kemudian, Kieth Kayamba Gumbs tidak melepaskan kesempatan kedua. Kieth Kayamba Gumbs yang mendapatkan umpan dari Firman, berhasil mencetak gol ke gawang Eddy Kurnia. 1-0 sementara untuk Sriwijaya FC.

Sepanjang babak pertama, PSMS Medan terlihat berada dalam tekanan Sriwijaya FC. Salah satu peluang PSMS Medan terjadi di menit 22, ketika Osas Marvelous Ikpefua lepas dari penjagaan pemain belakang Sriwijaya FC. Namun tendangannya masih melambung.
Babak pertama bertahan dengan keunggulan 1-0 untuk Sriwijaya FC.
Menit ke-51 babak kedua, Kieth Kayamba Gumbs dijatuhkan Sasa Zecevic yang menyebabkan tendangan bebas bagi Sriwijaya FC.

Hilton Moirera yang mengeksekusi tendangan bebas ini, berhasil menjalankan tugasnya dengan baik dan membobol gawang Eddy Kurnia. 2-0 untuk Sriwijaya FC.
Kekuatan barisan belakang Sriwijaya FC, ternyata membuat pemain PSMS Medan kewalahan. ini terbukti dari beberapa peluang PSMS Medan yang gagal menjadi gol ketika telah memasuki kotak penalti Sriwijaya FC.

Hingga akhir babak kedua, kedudukan tetap 2-0 untuk Sriwijaya FC. Dengan hasil ini Sriwijaya FC melebarkan jarak poin dari Persipura di papan atas. Selain itu, dengan tambahan satu gol membuat Kieth Kayamba Gumbs memimpin di deretan pencetak gol terbanyak sementara.

Tuesday, April 24, 2012

Chelsea, Menanti pemenang antara Madrid vs Munchen

Liga Champions

Torres Mengantar Chelsea membuat Fans Barca Menangis.

Digempur sepanjang pertandingan, Chelsea berhasil menahan imbang Barcelona 2-2 di leg kedua semifinal Liga Champions. Unggul agregat 3-2, The Blues berhak melenggang ke babak final. Sesuai prediksi awal, laga di Camp Nou pada Rabu (25/4/2012) dinihari WIB berjalan berat sebelah. Barca tampil sangat ofensif, sementara Chelsea menerapkan taktik "parkir bus" di depan gawang.

Jalannya pertandingan pun mudah ditebak. Barca selalu bermain di wilayah pertahanan lawan, sementara Chelsea cuma sesekali menyerang balik. Barca unggul 2-1 di babak pertama. Dua gol Barca dibuat oleh Sergio Busquets dan Andres Iniesta, sedangkan balasan tim tamu dari kaki Ramires.

Di babak pertama juga, Chelsea kehilangan kaptennya, John Terry. Terry dikartu merah karena mengasari Alexis Sanchez. Tim tuan rumah yang unggul jumlah pemain mutlak menguasai babak kedua. Namun, mereka tak bisa menciptakan gol tambahan. Justru di menit-menit akhir mereka kebobolan gol Fernando Torres.

Dengan hasil ini, Chelsea unggul agregat 3-2 setelah di pertemuan pertama menang 1-0. Di final, mereka akan bertemu Bayern Munich atau Real Madrid.

Jalannya pertandingan

Barca mendapatkan peluang emas pada menit keempat lewat Lionel Messi. Namun, tembakan kaki kanan Messi dari dalam kotak penalti cuma menerpa sisi luar jala gawang. Messi kembali mengancam pada menit ke-19. Umpan tumit dari Cesc Fabregas dia teruskan dengan tendangan mendatar, namun Petr Cech masih sigap mengahalau bola dengan kakinya.

Peluang untuk Chelsea hadir pada menit ke-26 lewat aksi individu Didier Drogba. Setelah melewati Gerard Pique, Drogba tinggal menghadapi Victor Valdes. Namun, karena ruang tembaknya sudah ditutup, Drogba pun tak bisa mengarahkan bola ke gawang.

Barca akhirnya bikin gol sembilan menit kemudian. Umpan silang Isaac Cuenca dari sisi kiri mengecoh barisan pertahanan Chelsea dan memudahkan Busquets mengirim bola ke gawang kosong. Tak lama setelah gol itu, Chelsea mendapatkan masalah tambahan. Terry dikartu merah setelah mengasari Alexis Sanchez dari belakang. Tanpa Terry, lini belakang tim tamu melemah. Akibatnya, mereka kebobolan lagi pada menit ke-43.

Diawali pergerakan Messi di depan kotak penalti Chelsea, bola kemudian diumpankan ke Iniesta. Nama terakhir dengan dingin memperdaya Cech dengan sepakan terukurnya. Namun, skor 2-0 tak bertahan lama. Dua menit berselang, Chelsea bisa memperkecil ketertinggalan. Memanfaatkan umpan terobosan Frank Lampard, Ramires dengan cerdik mengelabui Valdes dengan mencungkil bola melewati jangkauan kiper Barca itu. Bola masuk dan seisi Camp Nou terhenyak.

Tak lama setelah gol Ramires, babak pertama berakhir. Barca 2, Chelsea 1. Tiga menit selepas babak kedua dimulai, Barca memperoleh hadiah penalti setelah Drogba melanggar Fabregas. Messi yang jadi eksekutor tak bisa mengonversi penalti ini menjadi gol karena sepakannya mengenai mistar. Memasuki menit ke-54, Barca mengancam lagi, kali ini lewat Sanchez. Winger asal Chile itu menanduk umpan Dani Alves, tapi arahnya masih melenceng.

Peluang yang didapat Cuenca pada menit ke-62 juga tak berbuah gol. Tembakan jarak dekatnya masih bisa dihalau oleh Cech.

Busquets menjajal peruntungannya pada menit ke-79. Namun, tendangannya masih melambung dan skor masih tetap 2-1.

Berselang empat menit, Messi nyaris mencetak gol lewat tendangannya dari luar kotak penalti. Sial buat pemain terbaik dunia tiga kali ini, bola masih menghantam tiang.

Menjelang berakhirnya waktu normal, Chelsea bisa menyamakan kedudukan. Torres yang lolos sendirian ke kotak penalti bisa mengecoh Valdes dan mengirim bola ke gawang kosong. Tak lama setelah itu, peluit panjang berbunyi. Barca 2, Chelsea 2.
 
Susunan pemain:
Barcelona: Valdes, Puyol, Pique (Alves 26'), Mascherano, Xavi, Busquets, Iniesta, Cuenca (Tello 67'), Messi, Sanchez, Fabregas (Keita 74')

Chelsea: Cech, Ivanovic, Cahill (Bosingwa 12'), Terry, Cole, Mikel, Meireles, Mata (Kalou 58'), Lampard, Ramires, Drogba (Torres 80').

Kantor Sekretariat SMeCK Hooligan Diserang Orang Tak Dikenal

Kantor Sekretariat SMeCK (Seporter Medan Cinta Kinantan) Hooligan, salah satu pendukung dari PSMS Medan Yang berada di Jln Gedung Arca No 38B Kota Medan, Diserang oleh orang yang tidak dikenal, Selasa (24/4) dini hari tadi. Akibat dari penyerangan itu sendiri , bagian depan kantor SMeCk Hooligan tersebut hanya mengalami kerusakan ringan pada bangunanya. Beruntung tak sampai ada korban jiwa maupun yang terluka atas peristiwa yang berlangsung ini.

Informasi yang diterima dari anggota SMeCK Hooligan sendiri, Meraka mengatakan persistiwa penyerangan itu terjadi ketika beberapa orang anggota SMeCK yang sedang duduk santai di sebuah cafe sebelah kantor sekertariat mereka. Tiba-tiba datanglah sekitar sepuluh sepeda motor dari arah museum. Para pengendara sepeda motor itu kemudian melakukan pelemparan ke arah kantor seketariat SMeCK Hooligan. "Kami tak tahu siapa mereka,"ucap seorang pengurus SMeCK

Ia juga mengatakan, setelah gerombolan bermotor itu melakukan pelemparan, para pelaku sendiri langsung lari ke arah Jln Halat. Para pengurus SMeCK tidak mau menuduh pelemparan dari kelompok mana yang melakukan aksi tak menyenangkan itu. 

Thursday, April 19, 2012

Cech Dan Drogba membawa kemenangan untuk Chelsea

Selain striker Chelsea Didier Drogba, Petr Cech juga layak sebagai pemain yang memberi andil besar atas kemenangan Chelsea atas FC Barcelona. Petr Cech berhasil berkali-kali menggagalkan serangan Barca yang datang bertubi-tubi.

Meski demikian, penjaga gawang asal Republik Ceko itu menyatakan timnya belumlah sempurna. "Tidak sempurna karena mereka memiliki peluang tapi kami sudah melakukan apa yang kita bisa," kata Cech di situs resmi UEFA.

Ia mengakui Barcelona punya kualitas yang sangat luar biasa. Tapi timnyalah yang tampil bagus dan layak untuk memenangkan pertandingan. "Mereka luar biasa tapi kami brilian," tegasnya.

Cech mengungkapkan sangat penting untuk tidak kebobolan di kandang sendiri. Ia optimis menang karena pernah menahan imbang tanpa gol Barca di Nou Camp. "Sangat penting jika kita berhasil mencetak gol di sana (Camp Nou)," harapnya. 

 

PSMS medan Harus Menerima Kekalahan Dari Tamunya Deltras 1-3

PSMS Medan kembali harus mengakui keunggulan tamunya Deltras Sidoarjo, Didalam lanjutan Liga Super Indonesia.

Ketiga gol deltras tersebut dicetak oleh James Koko Lomel 15&81 dan Sean Daniel Ronney 79. Pemain tengah Deltras, James Koko Lomel, menjebol mantan gawang klubnya PSMS yang dijaga, kiper pengganti markus horison, Eddy Kurnia, di menit ke-15.

Di paruh kedua tersebut, Deltras Sidoarjo kembali menambah skor, saat Sugiarto memberi umpan matang kepada Sean Daniel Ronney, dan membuahkan gol pada menit ke-79. Selang dua menit kemudian, James Koko Lomel yang tak terkawal oleh pemain belakang mengukuhkan kemenangan Deltras Sidoarjo, melalui sontekan ringannya. Skor menjadi 3-1 untuk Deltras Sidoarjo.

PSMS hanya menyumbang satu gol pada menit ke-33, lewat tendangan bebas dari pemain anyarnya Nastja Ceh.

Dengan hasil yang diperoleh ini, PSMS harus puas berada di posisi 12 klasemen sementara. PSMS telah membubuhkan nilai 22 dari 20 kali bertanding. PSMS mengalami lima kali menang, tujuh kali seri, dan delapan kali kalah. Adapun bagi Deltras Sidoarajo, kemenangan ini tidak membuatnya beranjak dari posisi 17 dengan nilai 18 di klasemen sementara.

Monday, April 16, 2012

Gunung Karang (1.778 Mpdl)


Apakah anda seorang pencinta alam atau seorang yang gemar berpetualang? Kalau iya, tak lengkap rasanya bila anda belum pernah mendaki Gunung Karang di kawasan kabupaten Pandegelang – Banten. Sebuah Gunung dengan tinggi kurang lebih 1778 meter di atas permukaan laut. Ibarat seorang gadis gunung ini masih amat sangat Virgin, dalam arti belum tersentuh oleh tangan-tangan jahil manusia.

Hari Jumat pagi yang bercuaca cukup cerah, saya memacu kaki saya menuju rumah seorang teman  saya Nandar di kawasan Perum, Karawaci. Pada hari itu saya dan teman saya mulai berangkat untuk mendaki Gunung Karang dan menikmati pemandangan alamnya yang amat elok nan eksotis. Setelah menikmati kopi pagi bikinan nyokap  akhirnya saya memutuskan untuk memulai perjalanan. Waktu masih menunjukkan pukul 10:00 pagi ketika kami mulai berkumpuyl.

Di dalam perjalanan kami bertanya ke sana- kemari, karena minimnya informasi yang kami ketahui tentang Gunung ini. Beruntung sekali setelah bertanya-tanya pada beberapa orang, Akhirnya kami sampai di makam Pahoman, Tepapnya di bawah kaki Gunung Karang. Setelah kami melakukan ziarah di Makam Pahoman akhirnya kami melanjutkan perjalanan ke Dusun Kaduengang dengan berjalan kaki, Keduengan adalah sebuah dusun kecil nan sunyi di kaki Gunung Karang yang biasa dipakai start para pendaki. Sampai di dusun Kaduengang pada malam hari, Dengan di temani warga pemilik POS setempat kami akhirnya memutuskan untuk melanjutkan pendakian pada esok pagi hari. Sungguh di luar dugaan kami sebelumnya, ternyata akses untuk pendakian teramat sulit, belum ada jalan semi permanen seperti layaknya gunung-gunung yang biasa dikunjungi oleh para pendaki. Gunung ini benar-benar seperti masih perawan. Dalam perjalanan pendakian, kami bertujuh tak jarang harus berhati-hati, bahkan kadang-kadang jatuh terantuk akar pohon ataupun berguling karena terpeleset (maaf lebay dikit...).

Baru sekitar seperlima jarak tempuh perjalanan, tenaga kami benar-benar seperti terkuras, nafas tersengal-sengal, Apalagi beberapa teman saya yang usianya sudah relatif tua di banding anak SMP sudah muntah-muntah di awal perjalanan, tentu saja kondisi fisiknya agak mengganggu proses pendakiannya. Akhirnya kami memutuskan untuk beristirahat sebentar dan menghabiskan satu batang rokok, Setelah kami menghabiskan sabatang rokok, kemudian meneruskan perjalanan.

Di tengah pendakian kami bertemu dua orang penduduk yang berjaga di pos darurat sambil berdagang kecil-kecilan, menurut penuturanya kawasan lereng Gunung Karang menyimpan banyak tempat – tempat yang dikeramatkan, diantaranya makam seorang raja, pertapa dan lain-lain. Di kanan kiri jalan setapak yang kita lalui tumbuh pohon-pohon raksasa yang umurnya mungkin sudah ratusan tahun, gelapnya kabut membuat cabang-cabang pohon tersebut seperti tangan-tangan raksasa yang siap mencengkram manusia-manusia yang bermaksud jahil di kawasan ini. Di tengah perjalanan kami harus berhadapan dengan serangan hawa dingin, ditambah guyuran air hujan yang sedikit deras juga terpaan angin yang amat kencang.

Semakin ke atas, Jalur pendakian semakin terjal dan semakin licin dan tak jarang membuat kami kadang-kadang harus jatuh terpeleset. Sampai di Pos 3 kami semua sedikit kebingunggan jalan jalur pendakian menuju Puncak karang. Kami semua sempat mencoba-coba jalur yang ada di persimpangan jalan menuju puncak sumur tujun, Tapi yang kami dapat hanya jalan buntu dan jalur menujuh dataran rendah.

Setelah melakukan diskusi sebentar dengan beberapa teman, Akhinya kami memutuskan untuk turun ke bawah dan sambil berharap akan datang kesempatan yang lain menuju Puncak Gunung Karang (7 sumur). Setelah di rasa cukup melakukan diskusi akhirnya kami memutuskan untuk turun, saat itu waktu kira-kira menunjukkan Siang hari. Dan tepat Sore hari akhirnya kami sampai di tempat kami bermalam waktu pertama datang.


*Bagi anda yang ingin berkunjung kesana menggunakan kendaraan umum dari jakarta, Sangat disarankan untuk turun di Pantos (Pandeglang town square). Kemudian dari Pantos dilanjutkan menuju dusun Kaduengang dengan mencarter angkot sampai dusun Kaduengang (Kaki Gunung Karang).


Refferal Cash Back (RCB)

Sebelum saya memberikan link RCB, Sebaiknya anda baca dulu deskripsi penjelasan tentang RCB? RCB adalah singkatan dari refferal cash back, Dan RCB yang saya tawarkan ini berupa RCB Paid To Click (PTC).  

RCB itu sendiri Adalah sistem yg di gunakan oleh seorang member untuk mencari DR ( Direct Referral/ Referral langsung ) untuk di jadikan Downline di sebuah bisnis.. nah Disini member menerapkannya di sistem PTC ( Paid To Click )... Dimana jika anda menjadi referral orang yg mengajak anda maka anda akan mendapa cash back dari Upline anda.

Nah di PTC anda akan mendapatkan Cash Back dari setiap klik iklan yg anda klik di PTC yg anda ikuti melalui link referral nya dia.. Nilai Cash Back biasanya Variatif tergantung keanggotaan upline anda atau kebijakan upline anda menentujan berapa cash back yg diberikan kepada referralnya Jika Upline anda keanggotaannya dalam posisi Upgrade maka cash back nya pun akan lebih besar tapi jika upline anda keanggotaannya dalam posisi standart maka cash back nya pun standart juga.  

List RCB PTC yang saya ikuti :



Contoh : 

Saya adalah upline anda dalam suatu PTC dan anda adalah RCB saya. keanggotaan saya adalah Upgrade ( Premium/Golden atau yg lainnya yg diatas Standart member ) Nilai klik saya adalah Rp.150,- /klik iklan dari PTC tersebut Nilai klik Referral adalah Rp.100,- /klik iklan. nah jika anda mengklik iklan di ptc yg saya ikuti dan anda adalah referral saya, maka saya mendapatkan Rp.100,- dari klik anda. nah dari klik anda tersebutlah saya memberikan Cash Back. misalkan saya memberi RCB kpd anda Rp.50 / klik, Maka anda akan mendapatkan Rp.200 / hari dari saya ( jika standar Iklan yg diterima 4 iklan .) Anda bisa meminta perbayaran RCB tersebut jika mencapai limit PO yg di tetapkan oleh Upline anda. misal Minimum PO nya Rp.20.000,- maka anda memerlukan 400 klik iklan untuk bisa memdapatkan pembayaran dari upline RCB anda.

Keuntungan anda join RCB adalah :

- Anda mendapat penghasilan dari PTC tersebut.
- Anda mendapat penghasilan dari kami melalui program RCB ini.
- Anda mendapat bonus-bonus dari program RCB ini.
- Anda mendapat support segala hal tentang PTC dari kami
- Anda tidak perlu malu bertanya kepada kami, karena anda merupakan komunitas kami.
- Dan masih banyak lagi.

Bagi anda yang berminat bergabung mendapatkan penghasilan tambahan, Silakan Join dengan mengklik Banner di bawah ini.

 

Tuesday, April 10, 2012

Keluh Kesah menjadi Seporter PSMS Medan

Saya kemarin mengamati pertandingan PSMS Medan melawan Semen Padang di lanjutan kompetisi Indonesian Premier League kemarin sambil menahan tawa sekaligus sedih. Bagaimana tidak, mendekati menit 80, tiba-tiba pertandingan berubah menjadi dagelan sejak pemain Semen Padang, Tommy Rifka menolak keluar lapangan usai diberi kartu merah oleh wasit.

Tommy didakwa hakim garis mencoba menyikut pemain PSMS dan ia tak terima dengan keputusan tersebut. Tommy malahan mencoba beradu jidat dengan hakim garis yang juga tak mau kalah. Laga tertunda hampir 10 menit dan sejak pertandingan digulirkan kembali, kontan para pemain kedua tim terlihat seperti aktor pemenang Piala Citra. Sentuhan selembut apa pun akan membuat mereka jatuh terguling-guling. Pertandingan berakhir 1-1 meskipun nampaknya wasit memberikan injury time lebih sedikit dari durasi pertandingan yang tertunda.

Pertanyaan yang sering dialamatkan kepada saya saat berbicara mengenai sepakbola nasional adalah klub mana yang sebenarnya saya dukung di nusantara. Meski seumur hidup tinggal di Jakarta, saya tak bisa menyatakan diri sebagai suporter Persija karena sejatinya saya adalah suporter PSMS Medan, klub yang selalu diceritakan oleh ayah sejak kecil. Banyak rekan sesama suporter PSMS yang tak sudi menonton laga Ayam Kinantan di IPL sembari menyatakan bahwa PSMS yang mereka dukung adalah yang berlaga di ISL. Saya pun sebenarnya tak akan meluangkan waktu menonton PSMS IPL kemarin seandainya layar televisi di depan treadmill yang sedang saya pakai tak menayangkan pertandingan tersebut.

Meski pertandingan tersebut berakhir mirip parodi, tapi lumayan karena setidaknya yang bermain adalah tim dengan baju hijau yang saya kenal. Saya mungkin tak akan memilih mendukung PSMS Medan jika bukan karena ayah saya yang menceritakan soal kehebatan tim Ayam Kinantan di era 70-an dan 80-an. Cerita yang paling sering ia ceritakan adalah mengenai kehebatan Nobon dan Tumsila, yang menurutnya akan menyambar setiap umpan lambung dengan tendangan akrobatik. Entah benar demikian atau tidak, tapi cerita tersebut terdengar mengasyikkan.

Pertandingan sepakbola Indonesia pertama yang saya hadiri di stadion pun adalah partai PSMS Medan. Kala itu saya masih duduk di bangku Sekolah Dasar dan ayah mengajak saya ke Stadion Gelora Bung Karno (waktu itu Stadion Senayan) untuk menyaksikan PSMS berlaga di babak 8 besar Liga Indonesia. Saya tak ingat lawannya, mungkin Persija Jakarta atau Persebaya Surabaya, tapi yang pasti pertandingan berakhir 2-2 dan Jean Michel Babouaken mencetak 2 gol bagi tim kebanggaan dari Medan.

Setelah pertandingan itu, sekian tahun lamanya saya tak menonton langsung PSMS berlaga sampai ketika PSMS berlaga di Senayan dalam perebutan peringkat 3-4 tahun 2005. Alcidio Fleitas mencetak 1 gol, tapi PSMS ditaklukkan PSIS Semarang 2-1 pada pertandingan itu. Persipura menjadi juara pada kompetisi liga kali itu setelah pada pertandingan sesudahnya mereka mengalahkan Persija Jakarta 3-2 yang menyebabkan keadaan di sekitar Senayan memanas dan terjadi vandalisme di sana sini.

Saya hanya sempat menyaksikan dari televisi saat PSMS mengakhiri musim 2007 sebagai runner-up liga setelah dikalahkan oleh Sriwijaya FC di final. Saya baru sempat menonton lagi PSMS di stadion tahun lalu saat PSMS sudah terjerembab ke Divisi Utama. Tim Ayam Kinantan sedang bertandang ke Stadion Patriot, Bekasi untuk menghadapi Persipasi dan saya melakukan perjalanan singkat sedikit keluar Jakarta untuk menyaksikan mereka berlaga. Seperti lazimnya tim tandang, PSMS kalah 3-2 dalam pertandingan itu tapi perasaan senang menyaksikan PSMS kembali bertandang hampir tak terlukiskan.

Hampir 100 orang suporter PSMS yang hadir di Bekasi saat itu, mayoritas anak rantau yang datang dari kota-kota sekitar dengan kontingen terbesar datang dari Bandung. Sebagai suporter tim tamu, jelas kami kalah banyak dari segi jumlah tapi soal antusiasme dan bentuk dukungan jelas anak Medan tak akan pernah kalah di mana pun. Kami bernyanyi tanpa henti sepanjang pertandingan dan saat turun minum, seseorang menyalakan musik dari perangkat portabel miliknya dan tribun stadion berubah menjadi arena tari tortor. Hubungan emosional yang erat sesama anak Medan merekatkan suporter-suporter PSMS yang hadir di sana meski tak semuanya saling kenal.

Seorang bapak paruh baya pendukung PSMS yang tinggal tak jauh dari stadion datang membawa 1 karton air mineral dan penganan ringan untuk dibagikan kepada. Sebuah pemandangan yang menggugah semangat, menyaksikan betapa sepakbola bisa menyatukan orang-orang yang sebenarnya baru bertemu saat itu. Kenangan yang indah, tapi sekarang saya kembali tersadarkan kepada kenyataan bahwa PSMS telah terbagi dalam 2 kompetisi yang berbeda.

Saya tak ingin terjebak dalam kooptasi politik sehingga saya tak tahu harus mendukung yang mana. Melihat isi skuad pemain kedua tim pun, kecuali beberapa nama populer, hampir semua asing bagi penglihatan saya. Tapi ada 1 yang saya kenal, yaitu lambang PSMS di dada, klub yang diceritakan oleh ayah sejak kecil. Maka saya memutuskan untuk menonton keduanya. Ribak Sude

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...