Saturday, July 4, 2015

Gunung Salak (2.211 Mdpl)


Bagi Anda pendaki gunung atau pencita alam, Gunung Salak mungkin bisa menjadi daya tarik utama kunjungan Anda di daerah Kabupaten Bogor. Terbentuk di atas endapan batuan hasil kegiatan pra-Gunung Salak, gunung ini berbentuk perbukitan tua yang menyebar dan terpisah, seperti Gunung Peuteuy, Gunung Menir, Gunung Menyan dan Gunung Cileueur. Bukit-bukit tersebut terletak di sebelah utara dan barat laut, dan terdiri dari lava andesit, breksi tuf, dan lava kaca. Di sebelah barat komposisinya terdiri dari lava basaltik berwarna hitam gelap; sedangkan singkapan yang baik terdapat pada aliran Cikuluwung dan Cisalada di bagian hulu; pada dasar dan tepi sungai singkapan berupa lava berstruktur kekar lempeng; dan di bagian hulu singkapannya, berupa breksi lava.


Beberapa ahli mengatakan bahwa Gunung Salak termasuk gunung api tipe B karena gunung tersebut berada dalam tingkat solfatara. Gunung Salak pernah meletus setelah tahun 1600 dan letusan terakhir terjadi pada tahun 1983, sekalipun hanya berupa letusan preatik di kawah Cikaluwuung Putri.
Selain bentukan geologisnya yang menarik, Gunung Salak juga menawarkan bentangan alam yang asri, lengkap dengan cerita dan mitos metafisikanya yang sangat kental, menjadikan gunung ini masih tetap alami serta terselubung oleh kabut misteri yang kuat dan belum terpecahkan sampai saat sekarang.

Sama seperti gunung-gunung tropis di Indonesia pada umumnya, di Gunung Salak juga biasanya berkabut di kala pagi, berawan saat siang, dan sore bisa hujan. Terus begitu sepanjang tahun. Hingga tak heran Gunung ini di kelilingi oleh hutan tropis yang lebat. Secara administratif gunung salak termasuk kedalam Kawasan Taman Nasional  Gunung Halimun Salak (TNGHS), dengan keberadaan beberapa jenis fauna penting yang dilindungi di sini seperti elang jawa, macan tutul jawa, owa jawa, surili dan lain-lain. Gunung Salak sangat dikenal sebagai destinasi wisata pendakian oleh para wisatawan pencinta alam, dikarenakan karakteristiknya yang unik dan alam tropis  yang masih terjaga dengan baik. Gunung Salak lebih populer sebagai ajang tempat pendidikan bagi klub-klub pecinta alam, terutama sekali daerah punggungan Salak II. Ini dikarenakan medan hutannya yang rapat dan juga jarang pendaki yang mengunjungi gunung ini. Juga memiliki jalur yang cukup sulit bagi para pendaki pemula dikarenakan jalur yang dilewati jarang kita temukan cadangan air kecuali di Pos I jalur pendakian Kawah Ratu, beruntung di puncak Gunung ( 2211 Mdpl ) ditemukan kubangan mata air.


Meskipun gunung salak tergolong sebagai gunung yang rendah, akan tetapi memiliki keunikan tersendiri baik karakteristik hutannya maupun medannya. Gunung Salak dapat didaki dari beberapa jalur, yakni jalur Wana Wisata Cangkuang Kecamatan Cidahu Kabupaten Sukabumi,
Wana Wisata Curug Pilung, Cimelati, Pasir Rengit, dan Ciawi. Dan Puncak yang paling sering didaki para Pendaki adalah puncak Salak I dan Puncak Salak II. Jalur yang paling ramai adalah melalui Curug Nangka, di sebelah utara gunung. Melalui jalur ini, orang akan sampai pada puncak Salak II.

Puncak Salak I biasanya didaki dari arah timur, yakni Cimelati dekat Cicurug. Salak I bisa juga dicapai dari Salak II, dan dengan banyak kesulitan, dari Sukamantri, Ciapus.
Jalur lain adalah ‘jalan belakang’ lewat Cidahu, Sukabumi, atau dari Kawah Ratu dekat Gunung Bunder. Belum lagi jalur-jalur tidak resmi yang dibuka para pendaki ataupun masyarakat sekitar. Banyak jalur yang tak resmi inilah yang membuat beberapa pendaki tersesat dan tidak diketahui rimbanya



Koordinat : 6 25′ 26″ S, 106 33′ 21″ E


MENUJU LOKASI GUNUNG SALAK
Arah: 35 km dari Kota Bogor, dapat ditempuh dalam 1 jam dengan kendaraan melalui jalan melalui dua jalur, yaitu Desa Cibatok, Kecamatan Cibungbulang, dan Desa Cikampak, Kecamatan Ciampea.

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...